Kepala Badan Litbang Kemendagri Dorong Pemkab Malang untuk Terus Berinovasi

Kepala Badan Litbang Kemendagri Dorong Pemkab Malang Untuk Terus Berinovasi

Kepala Badan Litbang Kemendagri Dorong Pemkab Malang Untuk Terus Berinovasi

MALANG, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni, mendorong pemerintah kabupaten Malang untuk terus berinovasi meningkatkan presepsi daerah dalam pengukuran indeks daerah.

Agus Fatoni menyampaikan hal itu dalam video confrence sosialisasi Sosialisasi penilaian indeks inovasi daerah dan pemberian penghargaan, Jumat (6/8).

“Saya berharap, Pemkab Malang untuk berbenah dan segera melaporkan inovasinya dalam sistem indeks, agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menekan angka pengangguran, serta menekan angka kemiskinan,” harap Agus Fatoni.

Pemerintah Kabupaten Malang mengikuti kegiatan sosialisasi penilaian indeks inovasi daerah dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021, yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Litbang, secara virtual.

Baca Juga :  Temui Ketua DPD RI, Gubernur Sultra Dukung RUU Daerah Kepulauan

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan sebagai langkah awal melakukan pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi daerah serta Penghargaan IGA.

Tahun lalu Pemkab Malang menerima penghargaan dan terpilih sebagai enam Kabupaten/Kota se- Indonesia dalam kategori Kabupaten dan Kota Terinovatif, hasil penilaian yang dilakukan pada tahun 2019. Prestasi ini meningkat secara signifikan sebab pada tahun 2019 daerah ini berada di peringkat 19 nasional.

Menurut Agus Fatoni prestasi tersebut cukup fantastis. Karena itu Agus, mendorong Pemkab Malang untuk terus berinovasi. Meski meraih penghargaan, namun prestasi yang dicatat antara tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan. Sebagai contoh pada berada di peringkat 3 pada tahun 2019 namun tahun 2020 turun di peringkat sembilan.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Dorong ASN Perkuat Persatuan

Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, penurunan peringkat tersebut dikarenakan adanya perubahan skema dan kriteria penilaian yang berbeda dengan sebelumnya.

“Selain ada perubahan skema dan kriteria, juga karena persaingan yang ketat, jumlah daerah yang mengikuti semakin banyak,” katanya.

Meski masuk dalam 10 besar, lanjut Wahyu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih termasuk daerah yang inovatif.

“Tapi kita masih termasuk Kabupaten katagori sangat inovatif, karena kita dapat bantuan dana insentif daerah sebesar Rp8,3 miliar yang langsung masuk dalam APBD,” pungkasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts