Korban Gempa di Malang, Dapat Pendampingan Psikologis

Korban Gempa Di Malang, Dapat Pendampingan Psikologis

Korban Gempa Di Malang, Dapat Pendampingan Psikologis

MALANG, – Pemkab Malang melakukan pendampingan psikologi (trauma healing) kepada para korban gempa bumi bermagnitudo 6,1 di Kabupaten Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Camat Ampelgading, Ahmad Sovie Nuralam mengatakan, paska gempa yang menelan korban jiwa dan merusak sejumlah bangunan, meninggalkan trauma bagi masyarakat terutama anak – anak.

“Untuk memulihkan kondisi psikis yang dialami, tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dibantu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melakukan trauma healing,” ucapnya,. saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (16/4).

Sovi menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan untuk warga di 13 desa di Kecamatan Ampelgading. Desa – desa tersebut antara lain, Desa Argoyuwono, Lebakharjo, Mulyosari, Purwoharjo, Sidorenggo, Simojayan, Tamanasri, Tamansari, Tawangagung, Tirtomarto, Tirtomoyo, Wirotaman, dan Sonowangi.

Baca Juga :  Anggaran Perdin DPRD Kabupaten Malang Akan direfocusig untuk penanganan Covid-19

“Disini tidak ada tenda pengungsian, mereka bermalam di depan rumah masing-masing dengan mendirikan tenda,” jelasnya.

Dengan tidak mendirikan tenda pengungsian tersebut, lanjug Sovi, di lakukan karena sebagai antisipasi adanya klaster baru akibat tempat pengungsian.

“Kami tidak mendirikan tenda besar untuk para pengungsi, tenda ada di depan rumah masing-masing warga, di khawatirkan ada penyebaran Covid-19,” terangnya.

Untuk itu, tambah Sovi, dirinya berharap agar para orang tua dapat menjadi konselor trauma healing kepada anaknya dengan tetap bersikap tenang dan meluangkan waktu untuk bermain.

“Saya berharap trauma healing tersebut akan terus berlangsung beberapa hari ke depan hingga rasa trauma yang meyerang psikologi mereka dapat berkurang,” harapnya.

Data yang berhasil dihimpun dari BPBD Kabupaten Malang sementara, yang terdampak gempa bermagnitudo 6,1 tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, dan 107 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Wabup Didik Membantah Bupati Sanusi Terpapar Covid-19.

Untuk kerusakan rumah warga sementara total ada sebanyak 5.924 unit, sedangkan bangunan sekolah ada 192 unit, fasilitas kesehatan (Faskes) ada 15 unit, dan bangunan tempat ibadah 104 unit, serta 28 fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan.

Kerusakan bangunan dan korban jiwa tersebut tersebar di 29 dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, namun, untuk daerah paling banyak terdampak gempa tersebut ada di Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, dan Ampelgading.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts