JAKARTA – Pengobatan tradisional tulang suku Dayak Kalimantan yang dilakukan oleh Ibu Ida Dayak kini menjadi viral di dunia maya. Ibu Ida Dayak telah membantu banyak orang untuk mengatasi berbagai masalah tulang, termasuk pasien dari luar negeri seperti Arab Saudi dan Australia.
Teknik pengobatan “tangkal buntung” yang menggunakan alat-alat sederhana seperti kayu dan bambu menjadi sorotan karena kemampuannya dalam mengobati masalah tulang yang sulit disembuhkan.
Namun, pengobatan ini juga menuai kontroversi karena dianggap tidak memiliki dasar ilmiah dan dapat membahayakan kesehatan pasien. Bagaimana sebenarnya pengobatan Ibu Ida bekerja dan apakah aman untuk dilakukan? Simak artikel selengkapnya untuk mengetahui lebih lanjut.
Pengobatan Tulang Ibu Ida Dayak dan Tradisi Suku Dayak Kalimantan
Indonesia memiliki beragam kebudayaan dan tradisi yang sangat kaya dan unik. Salah satu di antaranya adalah tradisi pengobatan dari suku Dayak Kalimantan, yang dikenal sebagai pengobatan tulang oleh Ibu Ida.
Pengobatan tulang ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih banyak dipraktikkan oleh suku Dayak Kalimantan hingga saat ini.
Ibu Ida Dayak adalah seorang dukun yang ahli dalam pengobatan tulang. Ia dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tulang, seperti patah tulang, nyeri sendi, dan sebagainya.
Ibu Ida menggunakan teknik pengobatan yang unik dan berbeda dari pengobatan modern yang biasa kita kenal.
Teknik pengobatan tulang oleh Ibu Ida dilakukan dengan cara menekan atau memijat bagian tulang yang sakit dengan menggunakan jari-jari tangan.
Ibu Ida percaya bahwa setiap tulang memiliki titik-titik tertentu yang harus dipijat dengan cara yang tepat agar penyakit tulang dapat sembuh. Ia juga menggunakan ramuan-ramuan tradisional sebagai obat untuk membantu proses penyembuhan.
Menurut kepercayaan suku Dayak Kalimantan, penyakit tulang tidak hanya disebabkan oleh faktor fisik, tetapi juga faktor non-fisik seperti gangguan roh atau energi negatif.
Oleh karena itu, dalam pengobatan tulang, Ibu Ida juga memperhatikan aspek spiritual dan menggunakan mantra-mantra tertentu untuk membersihkan energi negatif yang ada di dalam tubuh pasien.
Pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak bukan hanya sekedar memijat atau menekan bagian tulang yang sakit, tetapi juga mengajarkan pasien untuk menjaga kesehatan tulang dengan cara yang tepat.
Ia memberikan saran dan tips mengenai pola makan yang sehat, olahraga yang tepat, serta cara-cara lain untuk menjaga kesehatan tulang.
Meskipun pengobatan tulang oleh Ibu Ida masih dianggap sebagai pengobatan alternatif, namun telah banyak pasien yang merasa terbantu dengan teknik pengobatan yang unik ini.
Bahkan, beberapa pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan tidak bisa sembuh oleh dokter modern, berhasil sembuh setelah mendapat pengobatan tulang oleh Ibu Ida.
Pengobatan tulang oleh perempuan asal Kalimantan ini merupakan bagian dari warisan budaya suku Dayak Kalimantan yang perlu dilestarikan. Selain dapat membantu menyembuhkan penyakit tulang, pengobatan tulang ini juga dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan yang lebih aman dan alami bagi kita yang ingin menjaga kesehatan tulang secara alami.
Pendapat Pro dan Kontra Pengobatan Ibu Ida Dayak
Pendukung pengobatan Ibu Ida Dayak menganggap bahwa pengobatan tulang ini dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit tulang dengan cara yang alami dan tanpa efek samping.
Mereka juga menganggap bahwa pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak mengajarkan pasien untuk menjaga kesehatan tulang secara alami dengan cara yang tepat.
Sementara itu, pihak yang menentang pengobatan Ibu Ida Dayak menganggap bahwa teknik pengobatan ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak terbukti secara medis.
Mereka juga mengkhawatirkan bahwa pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak dapat menunda pasien untuk mencari pengobatan medis yang lebih efektif dan dapat memperburuk kondisi pasien.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap pengobatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan dapat berbeda-beda untuk setiap individu.
Jika seseorang memutuskan untuk mencoba pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa pengobatan tersebut tidak akan memperburuk kondisi kesehatan seseorang dan sebaiknya tidak menggantikan pengobatan medis yang sudah direkomendasikan.
Dalam hal ini, peran medis masih sangat penting dalam menilai dan memberikan rekomendasi pengobatan yang tepat untuk pasien. Namun, sebagai warisan budaya suku Dayak Kalimantan, pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak dapat menjadi alternatif pengobatan yang aman dan alami untuk menjaga kesehatan tulang.
Profil Ibu Ida Dayak

Ibu Ida Dayak adalah seorang perempuan yang ahli dalam pengobatan tradisional tulang suku Dayak Kalimantan. Ia lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tahun 1945.
Ibu Ida Dayak mulai belajar tentang pengobatan tradisional dari ibunya sejak masih muda. Setelah menikah dan memiliki anak, ia kemudian pindah ke desa Sumpung, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
Ibu Ida Dayak telah menjadi praktisi pengobatan tradisional tulang selama lebih dari 40 tahun. Ia menggunakan teknik pengobatan yang disebut “tangkal buntung” yang melibatkan peregangan dan perataan tulang-tulang dalam tubuh pasien dengan menggunakan alat-alat sederhana, seperti kayu dan bambu.
Dalam praktiknya, Ibu Ida Dayak tidak hanya membantu mengobati penyakit tulang, tetapi juga memberikan nasihat dan panduan untuk menjaga kesehatan tulang dan memperkuat struktur tulang pada pasien.
Pengobatan tulang oleh Ibu Ida Dayak telah membantu banyak orang di seluruh Kalimantan dan bahkan di luar Kalimantan untuk mengatasi berbagai macam masalah tulang, seperti cedera, patah tulang, tulang keseleo, sakit pinggang, dan masalah tulang lainnya.
Ibu Ida Dayak juga telah diakui secara internasional karena kemampuannya dalam pengobatan tulang. Beberapa pasien dari luar negeri, termasuk dari Arab Saudi, Singapura, dan Australia, pernah datang untuk mencari pengobatan tulang dari Ibu Ida Dayak.
Namun, Ibu Ida Dayak sendiri tidak pernah memasarkan dirinya secara aktif dan tetap menganggap praktik pengobatan tulangnya sebagai panggilan hati yang diberikan oleh nenek moyang suku Dayak.
Ia juga mengajarkan teknik pengobatan tulang kepada beberapa muridnya agar pengobatan tradisional tulang suku Dayak tidak hilang dan tetap terjaga.






