Menginspirasi, Andi Asman Sulaiman Berikan Kuliah Umum dan Bantuan Sub SPP kepada Mahasiswa Yatim Piatu

40f0615c 8c70 4915 bdd2 e87a3307e377 - Zonanusantara.com
H. Andi Asman Sulaiman saat membawakan kuliah umum di Kampus Universitas Andi Sudirman
b12b7460 a0bd 4562 a0c9 5f61ed8645c8 - Zonanusantara.com
Ibu Ketua Pembina Yayasan Andi Sudirman Andi Harni, SST, Rektor Uniasman Dr. HM. Yasin, MH berpose dengan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM seusai membawakan kuliah umum

BONE–Pada hari yang cerah di Kampus Universitas Andi Sudirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, memberikan kuliah umum yang inspiratif kepada para mahasiswa Jumat, 07 Juni 2024. Mengusung tema “Kondisi Sektor Pertanian di Kabupaten Bone,” H. Andi Asman Sulaiman berbicara mengenai berbagai peluang dan tantangan di sektor pertanian serta mendorong generasi milenial untuk tidak takut bertani.

Dikenal sebagai sosok dermawan, H. Andi Asman Sulaiman juga menunjukkan kepeduliannya terhadap mahasiswa yatim piatu dengan memberikan bantuan Sub SPP. Bantuan ini juga diberikan kepada mahasiswa pemberani yang berani bertanya selama sesi kuliah umum. Aksi ini bukan hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dan berani mengutarakan pendapat mereka.

Read More

Dalam kuliah umumnya, H. Andi Asman Sulaiman mengungkapkan bahwa sektor pertanian kini sangat menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menekankan bahwa dengan pengelolaan yang baik, pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menguntungkan. Beliau mengajak para generasi muda untuk mengubah stigma negatif tentang bertani dan melihatnya sebagai peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Kedubes Pakistan Gelar Webinar Memperingati "Hari Solidaritas Kashmir"

Dia juga mengungkapkan bahwa Pada sub sektor tanaman pangan, produksi rata-rata yang dihasilkan di Kabupaten Bone sangat menggembirakan. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diperoleh rata-rata produktivitas mencapai 8.5 ton per hektar dengan varietas unggulan seperti Ciherang dan Mekongga. Ini menunjukkan bahwa pertanian di Kabupaten Bone memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan hasil yang optimal.

Komoditas jagung juga menjadi salah satu andalan Kabupaten Bone dalam mendongkrak perekonomian daerah. Dengan luas potensi lahan sekitar 60.000 hektar dan produksi rata-rata 550.000 ton per tahun, jagung diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang signifikan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Untuk sektor hortikultura, Kabupaten Bone telah mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti cabai dan bawang merah. Pada tahun 2022, pengembangan bawang merah mencapai luas 300 hektar dengan produksi 2.590 ton, sementara untuk cabai dikembangkan seluas 367 hektar dengan produksi 1.356 ton. Selain itu, petani di Desa Manciri, Kecamatan Ajangale, mulai membudidayakan tanaman kol untuk dataran rendah sejak awal tahun 2020.

Baca Juga :  Semarak HUT Satpol PP dan Satlinmas di Kota Padang, Kasatpol PP Bone Dorong Sinergi Antar Satpol PP se-Indonesia

Di sub sektor perkebunan, khususnya untuk komoditas kakao, terdapat tantangan yang perlu diatasi. Luas areal penanaman kakao mengalami penurunan signifikan dari sekitar 30.000 hektar menjadi hanya 15.020 hektar yang masih berproduksi. Hal ini disebabkan oleh tanaman yang sudah tua, serangan hama, dan alih fungsi lahan ke tanaman jagung yang lebih menguntungkan. Oleh karena itu, diperlukan peremajaan tanaman kakao dengan penyediaan bibit yang berkualitas.

Kuliah umum yang dibawakan oleh H. Andi Asman Sulaiman memberikan wawasan yang mendalam tentang kondisi sektor pertanian di Kabupaten Bone. Dengan semangat dan dedikasi, beliau mendorong generasi muda untuk berani terjun ke dunia pertanian dan melihatnya sebagai peluang yang menjanjikan. Dukungan dan inspirasi yang diberikan tidak hanya memotivasi para mahasiswa tetapi juga membuka wawasan mereka tentang potensi besar yang dimiliki sektor pertanian di daerah mereka. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *