Meski Kekeringan, Bone Tetap Eksis dan Masuk 10 Besar Sentra Padi Nasional 2023, Kadis Asman Apresiasi Kerja Keras Petani

3c78fbf9 26cf 4e0b 8e7d 58b2abfa115c - Zonanusantara.com
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos.., MM

BONE–Kabupaten Bone berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke dalam daftar 10 Kabupaten Sentra Padi Tahun 2023. Dengan luas panen mencapai 170.330 hektar, Kabupaten Bone berhasil memproduksi 847.495 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan perkiraan produksi beras sebesar 488.750 ton.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting para petani dan penyuluh yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam mendampingi proses produksi padi. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada petani dan penyuluh atas kerja keras dan pendampingannya. Meski di tahun 2023 kita menghadapi masa kekeringan berkepanjangan, kita tetap eksis,” ungkapnya.

Read More
Baca Juga :  BBM Mahal, Petani Milenial di Bone Berjuang untuk Menghasilkan Gabah Berkualitas

Andi Asman juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai keberhasilan ini. “Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergitas stakeholder. Pada masa Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, produksi padi kita masuk peringkat ke-4 di Indonesia pada tahun 2022. Dan pada masa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, produksi kita tetap berada di peringkat ke-5 se-Indonesia tahun 2023, meski dalam masa kekeringan berkepanjangan, kita tetap eksis,” tambahnya.

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Bone semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah sentra padi terkemuka di Indonesia, yang mampu bertahan dan terus berproduksi meski menghadapi tantangan alam yang berat. Hal ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, kerjasama, dan dedikasi, keberhasilan dapat diraih dan dipertahankan. (*)

Baca Juga :  Trade Conference Indonesia – Foshan Butuh Proses Penjajakan Kerjasama

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *