KEFAMENANU, – Sebanyak 187 kepala keluarga di Dusun 4, Kampung Peutana, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menghadapi ancaman Banjir yang semakin serius seiring perubahan alur sungai di sekitar Pemukiman mereka.
Anggota DPRD TTU, Mikhael Melki Lopes, menyatakan bahwa Warga sangat membutuhkan bantuan infrastruktur untuk mitigasi bencana.
Dalam kunjungannya ke lokasi, Kamis (30/10/2024), Melki Lopes, yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD TTU, menekankan pentingnya pemasangan bronjong atau tanggul penahan untuk mencegah aliran air masuk ke kampung.
“Alur air sekarang mengarah langsung ke kampung, dan tanpa perlindungan, banjir bisa mengancam ratusan keluarga saat musim hujan tiba. Kami berharap Pemerintah segera turun tangan untuk memasang bronjong di sepanjang aliran sungai,” ujarnya.
Senada, Kepala Dusun 4, Vinsensius Kolo, mengungkapkan kekhawatiran serupa.
Ia mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pemasangan bronjong hingga ke jembatan, demi mengalihkan aliran air yang berpotensi membanjiri kampung mereka.
“Kami masyarakat Desa Ponu meminta agar bronjong dipasang mulai dari ujung kali hingga jembatan untuk mencegah air meluap ke kampung,” pinta Vinsensius, didukung warga setempat, Anton dan Primus.
PERLU TINDAKAN CEPAT UNTUK CEGAH BENCANA

Melihat kondisi yang ada, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum curah hujan meningkat di bulan-bulan mendatang.
Kondisi ini menambah urgensi untuk mitigasi bencana, mengingat pemukiman di Desa Ponu berada di jalur sungai yang rentan meluap saat musim hujan. Jika tidak segera ditangani, banjir bisa berdampak pada ratusan keluarga yang mengandalkan pertanian dan aktivitas ekonomi di sekitar kampung mereka.
DUKUNGAN PEMERINTAH DIHARAPKAN
Langkah konkret dari pemerintah diharapkan oleh warga, yang menyadari bahwa perlindungan melalui bronjong bisa menjadi solusi efektif dalam mengatasi perubahan alur sungai. Bagi warga di Desa Ponu, banjir adalah ancaman nyata yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dan mengancam keamanan mereka.
Dengan kondisi alam yang sulit diprediksi, mitigasi bencana menjadi kebutuhan mendesak. Harapan mereka adalah agar pemerintah dan pihak terkait mempercepat pemasangan bronjong di lokasi rawan, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih tenang dan aman.






