MALANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang gandeng lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang menggelar focus group discussion (FGD) untuk memaparkan hasil survey kepuasan pelanggan (SKP) di Fakultas Teknik Unmer, Sabtu (20/5/2023).
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi mengatakan, selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2021, Indeks SKP Perumda Tirta Kanjuruhan mengalami peningkatan. Tahun 2021 lalu misalnya, Perumda Tirta Kanjuruhan mendapatkan kategori baik dengan nilai 86,01, selanjutnya, 2022 meningkat dengan nilai 90,19 dan berlanjut di tahun 2023 dengan nilai 90,63.
“Kami berharap bisa meningkat terus, kami inginnya yang terbaik, jadi kami tetap walaupun hasil SKP sudah 90, kami ingin terus memperbaiki, saya yakin masih ada kekurangan kelancaran. Makanya ada rekomendasi dari LPPM tadi yang akan kami laksanankan,” ucapnya.
Dalam paparan di SKP tahun 2023, indeks SKP Perumda Tirta Kanjuruhan mengalami peningkatan, di tahun 2022 lalu Perumda Tirta Kanjuruhan memperoleh nilai SKP nilai 90,19, dan tahun 2023 ini mendapatkan kategori sangat baik dengan nilai 90,63.
Menurut Syamsul, SKP tersebut memang dinilai perlu untuk dilakukan setiap tahun. Tujuannya, untuk melihat sejauh mana pelayanan Perumda Tirta Kanjuruhan kepada pelanggannya. Dan juga dimaksudkan untuk mengetahui kekurangan dalam memberikan layanan.
“Jadi survey itu memang salah satunya memang untuk mengetes pelayanan, kedua untuk mengerti kekurangan kita. Tujuannya untuk menentukan hasil prioritas. Karena berdasarkan aturan yg ada kalau kami bisa mengetahui jekurangan akan bisa diperbaiki,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Syamsul, SKP tersebut juga dijadikan sebagai salah satu indikator dalam menentukan investasi. Sehingga, jika nantinya kebutuhan atau kekurangan sudah dapat terpetakan, arah perbaikan yang direncanakan bisa lebih jelas dan tepat sasaran.
“Ketiga, tujuan dari SKP adalah untuk menentukan investasi, jadi kemana pelayanan yang dinilai kurang maksimal, sehingga bisa melakukan penganggaran yang tepat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Syamsul menjelaskan, dalam setiap tahunnya, Perumda Tirta Kanjuruhan selalu melakukan LPPM yang melibatkan pihak perguruan tinggi. Pada tahun sebelumnya, Perumda Tirta Kanjuruhan juga telah melibatkan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Malang (Unisma).
“Kenapa kita melibatkan perguruan tinggi, agar hasilnya agar bisa lebih diakui oleh publik,” tandasnya.






