Pj. Bupati Bone Launching Program Inovatif Rumah Pangan B2SA untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

b40f9a4e c882 4fd9 b668 3d45db3273e0 - Zonanusantara.com
Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone Ir. H. Muh. Angkasa, M.Si, Pj. Bupati Bone Drs. H. Andi Islamuddin, MH bersama Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel secara resmi melaunching program inovatif Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)
2508ee8f 5cca 4fa3 9a1a aa6ce527da1b - Zonanusantara.com
Penjabat Bupati Bone Drs H. Andi Islamuddin, MH bersama dengan Kadis Ketahanan Pangan Ir. H. Muh. Angkasa, M.Si menyerahkan Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)

BONE–Dalam upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat dan menurunkan angka stunting, Pj. Bupati Bone Drs. H. Andi Islamuddin, MH secara resmi melaunching program inovatif Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Acara yang berlangsung pada Jumat, 28 Juni 2024, di Desa Kawerang, Kecamatan Cina, ini diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone sebagai leading sektor kegiatan tersebut.

Acara ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi B2SA guna mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Program ini diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang aktif, sehat, dan produktif di Kabupaten Bone.

Read More

Turut hadir dalam acara tersebut Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bone Ir. H. Muh. Angkasa, M.Si, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Tripika Kecamatan Cina, Kades Kawerang, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan tamu undangan lainnya.

Camat Cina, A. Supriadi, SH, MH, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya bahwa program B2SA ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat Desa Kawerang untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, terutama bagi ibu-ibu hamil dan anak-anak yang berisiko stunting. “Setelah launching B2SA, diharapkan program pemerintah ini nantinya bisa dijadikan satu wadah untuk masyarakat Desa Kawerang agar tidak ada lagi anak-anak kita kekurangan gizi, terkhusus untuk ibu-ibu hamil yang melahirkan anak stunting,” jelasnya.

Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan yang mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel menjelaskan bahwa di tahun 2024, program ini menyasar 21 kabupaten/kota dengan jumlah sasaran 63 desa. “Dengan adanya Rumah Pangan B2SA di Desa Kawerang, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak ada lagi anak-anak stunting baru, tetapi adanya anak-anak yang tumbuh sehat dan produktif,” katanya.

Baca Juga :  Nasi Ayam Hainan Chee Meng: Mengungkap Kenikmatan Kuliner Legendaris di Bukit Bintang Kuala Lumpur

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal. Ia menjelaskan konsep makan B2SA yang menekankan pentingnya makanan yang beragam dan bergizi seimbang. “Konsep makan B2SA adalah setiap kali kita makan harus ada makanan pokoknya apakah itu nasi, jagung, ubi, atau sagu, itu pilihan. Tidak selamanya harus nasi. Kenyang tidak harus dengan nasi, jika sudah makan jagung ataupun ubi dalam jumlah yang cukup, nasi tidak diperlukan lagi,” jelas Rinna Syawal.

Ia juga menekankan pentingnya gizi yang lengkap dalam setiap kali makan. “Setiap makan harus gizinya lengkap, bukan hanya makan dan kenyang, tetapi makan sehat. Makan harus ada karbohidrat, protein, dan sayur dengan porsi seimbang. Makan sayur yang cukup membuat kenyang lebih lama karena kandungan seratnya,” tambahnya.

Rinna Syawal berharap dengan adanya Rumah Pangan B2SA, kebiasaan konsumsi pangan masyarakat akan berubah dari sekadar makan kenyang menjadi makan sehat. “Jadi, setiap makan, gizinya harus lengkap, walaupun kita makan dengan bahan yang sederhana. Konsep B2SA itu merubah pola berpikir dari makan kenyang menjadi makan sehat,” ujarnya.

Peluncuran program ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pola konsumsi pangan masyarakat Desa Kawerang dan sekitarnya, serta menjadi langkah konkrit dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Bone.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bone, Drs. H. Andi Islamuddin, MH, melihat program ini sebagai inisiatif luar biasa yang sejalan dengan visi pemerintah pusat.
Kabupaten Bone kini tengah menempuh langkah besar dalam mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mencegah stunting. Hal ini sejalan dengan program tambahan makanan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Tradisi Berkesan SMAN 13 Bone, Pergelaran Seni 'Khasana Budaya Nusantara' Bangkitkan Semangat Kreativitas Siswa

“Dalam mengimplementasikan program ini, kami mendorong seluruh kepala desa untuk mengalokasikan dana desa mereka untuk kegiatan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman),” ujar Andi Islamuddin.

“Dalam juknis pengelolaan dana desa, terdapat alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan. Saya berharap dari 27 kecamatan dan 372 desa serta kelurahan di Bone, setiap desa dapat memiliki rumah pangan,” tambahnya.

Rumah pangan ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya asupan gizi yang baik. “Pada hakekatnya, makanan kita bukan hanya tentang porsi dan jumlah, tetapi lebih pada kandungan gizinya. Dengan adanya rumah pangan di setiap desa, kami berharap program pemerintah pusat dalam mencegah stunting dapat diimplementasikan secara efektif oleh teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Langkah ini tidak hanya mendukung program pusat tetapi juga memberikan solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone. Dengan adanya rumah pangan, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi dan akses terhadap makanan bergizi, yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bone ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program pemerintah pusat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui peningkatan gizi. Seluruh kepala desa diharapkan dapat bekerja sama dan berpartisipasi aktif dalam merealisasikan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *