BONE–Dalam upaya meningkatkan efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bone, PJ. Bupati Bone Drs. H. Andi Islamuddin, MH membuka secara resmi kegiatan peningkatan kapasitas pendamping sosial PKH pada Selasa, 27 November 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sulsel serta Kadis Sosial Kabupaten Bone Drs. A. Mappangara, MM, dan diikuti oleh 110 orang pendamping dari 27 kecamatan, berlangsung di Masjid Al-Markar Al-Ma’arif.
Dalam sambutannya, PJ. Bupati Bone memberikan peringatan kepada para pendamping PKH agar tidak terlibat dalam ranah politik. Drs. H. Andi Islamuddin, MH menekankan bahwa program ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan bukan untuk kepentingan politik. “Jangan coba-coba menggunakan program ini untuk mendukung salah satu kandidat karena bisa menimbulkan konflik kepentingan,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya jalur koordinasi antara pendamping PKH dan pemerintah setempat. Drs. H. Andi Islamuddin, MH mengungkapkan keprihatinan terkait laporan dari Kepala Desa yang menunjukkan bahwa sejumlah pendamping PKH bekerja sendiri dan bahkan memanfaatkan bantuan ini untuk kegiatan kampanye politik dengan mengatasnamakan salah satu kandidat caleg. “Saya minta jangan melenceng dari tupoksinya. Berkoordinasilah dari tingkat bawah, desa, kecamatan sampai kabupaten, supaya tidak menimbulkan konflik di bawah,” tegasnya.
Masa kampanye dimulai hari ini Selasa, 28 November 2023, Beliau menekankan bahwa meskipun bertemu dengan calon legislatif adalah hal yang tidak dilarang, pendamping PKH harus menjalankan tugasnya tanpa menggunakan kapasitas untuk kepentingan politik tertentu. “Jangan gunakan kapasitas kita untuk menguntungkan salah satu caleg, karena pasti yang lain akan menuntut,” ungkapnya.
Dalam upaya evaluasi, PJ. Bupati Bone mendorong sinergitas antara pendamping PKH dan pemerintah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. “Pendamping PKH ini bagian dari pemerintah, dan perlu adanya sinergi untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.
Saat menyampaikan tujuan kegiatan ini, Drs. H. Andi Islamuddin, MH menyatakan komitmennya untuk mencapai Zero Kemiskinan Ekstrim pada tahun 2024. Beliau mengungkapkan perlunya verifikasi ulang kelompok penerima manfaat PKH untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan. “Kita harus siap evaluasi. Ini penting agar anggaran bisa dialihkan kepada kegiatan pembangunan,” pungkasnya.
Dengan anggaran mencapai 96 miliar, PJ. Bupati Bone mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu. “Saya tekankan jalankan saja tugasnya, jangan lakukan yang melanggar supaya tidak terjadi pelanggaran,” tutup Drs. H. Andi Islamuddin, MH, menggarisbawahi konsekuensi yang akan dihadapi jika ada pelanggaran.
Dengan peningkatan kapasitas pendamping sosial PKH, Kabupaten Bone berharap dapat mempercepat pencapaian target Zero Kemiskinan Ekstrim pada tahun 2024. (*)






