BELU,- Di ujung negeri, tepat di Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menggelar upacara bendera yang penuh makna.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 pada Senin, 28 Oktober 2024, ini seakan menyuarakan tekad untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman, mengajak setiap jiwa muda untuk mencintai tanah air.
Upacara ini tidak hanya sekadar seremonial. Hadirnya berbagai elemen dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), mulai dari Pejabat Struktural, Jabatan Fungsional Umum (JFU), Supporting Staff (SS), Tenaga Pendukung Operasional (TPO), hingga tim dari Custom, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS), menjadi simbol persatuan yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda di tengah-tengah keanekaragaman.

Maria Fatima Rika, Kepala PLBN Motaain, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Suaranya menggema saat membacakan Pancasila, mengajak setiap hadirin untuk menghayati makna persatuan. Dalam amanah yang diamanatkan Menpora, Rika menyampaikan harapan besar bagi para pemuda Indonesia.
“Upacara ini kita harapkan menjadi motivasi bagi pemuda untuk selalu mencintai tanah air, merawat persatuan, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujar Rika, yang penuh ketulusan mengajak para pemuda untuk terus menjaga semangat Nasionalisme.
Dengan tema Maju Bersama Indonesia Raya, upacara ini mengusung cita-cita agar pemuda Indonesia menjadi generasi yang kuat, penuh tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Rika berharap, semangat yang berkobar dalam upacara ini menjadi simbol akan kebersamaan yang tak pernah luntur di setiap jengkal negeri ini.

Momentum Sumpah Pemuda ini terasa semakin sakral dengan kehadiran Rayner Marthin dari Imigrasi yang membacakan Undang-Undang Dasar 1945, serta Naufal Hafizh dari Bea Cukai yang dengan lantang melantunkan Teks Sumpah Pemuda. Di bawah langit Motaain yang biru, Danpos Satgas Pamtas RI – RDTL yonif 741/GN bertindak sebagai Komandan Upacara, mengukuhkan kebanggaan akan Indonesia.
Rangkaian upacara ini diakhiri dengan doa yang dipanjatkan oleh Claria Berek, memohon agar seluruh elemen bangsa tetap dalam persatuan. Di tanah perbatasan ini, semangat Sumpah Pemuda bergema kuat. Bagi mereka yang bertugas menjaga tapal batas, upacara ini bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat bahwa persatuan adalah hal yang harus terus dijaga.
PLBN Motaain telah menunjukkan bahwa di perbatasan pun, semangat Indonesia Raya tetap teguh. Dalam diam, mereka memupuk persatuan, merawat cita-cita bangsa, dan mengajak setiap pemuda untuk berjalan bersama, membangun Indonesia yang damai, kokoh, dan penuh harapan.






