BONE–Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM sebagai Wakil Bupati terus memperlihatkan konsistensi dalam menjaga prestasi Bone sebagai salah satu daerah produksi beras terbesar di Indonesia. Melalui tagline BerAmal, pasangan pemimpin ini berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh langsung keberlanjutan sektor pertanian—nadi kehidupan masyarakat Bone.
Memasuki akhir tahun 2025, pemerintah daerah menegaskan kembali misinya. Setelah fokus pada pembenahan dan pemerataan infrastruktur jalan pada tahun pertama kepemimpinan, perhatian Bupati Asman kini diarahkan pada sektor pertanian, khususnya peningkatan produksi padi dan gabah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengeboran irigasi dengan Bor Kapasitas Besar, sebuah program yang dikerjakan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bone.
Plt. Kepala Dinas PSDA Bone, Kasdar, mengungkapkan bahwa pengeboran irigasi bertipe besar ini mampu mengairi lahan yang sangat luas. “Bor ini bisa mengairi areal persawahan 5 hingga 35 hektare,” tuturnya. Ia menambahkan, Kabupaten Bone mendapat jatah 9 titik bor besar pada tahap pertama, sementara awal tahun 2026 menyusul 50 titik tambahan untuk memperluas cakupan layanan irigasi daerah tadah hujan.
Senin, 8 Desember 2025, Bupati Bone meninjau langsung salah satu titik pengeboran yang terletak di Desa Corawali, Kecamatan Barebbo. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pengawasan lapangan sekaligus wujud keseriusan pemerintah memastikan program berjalan sesuai target.
“Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan produksi pertanian Bone,” tegas Bupati Asman di sela-sela kunjungannya. Menurutnya, pengadaan bor besar bukan sekadar proyek irigasi, melainkan investasi jangka panjang untuk mendorong perluasan Indeks Pertanaman (IP) 300, program yang memungkinkan petani menanam hingga tiga kali dalam setahun.
Setiap unit bor dirancang untuk menyasar lahan seluas 10 hektare, dengan diameter mencapai 12 cm, sehingga debit air yang dialirkan benar-benar memadai untuk mendukung pola tanam intensif. Tak berhenti di situ, pemerintah juga telah mengusulkan 50 unit bor tambahan untuk mengoptimalkan lahan-lahan tadah hujan yang berpotensi dikembangkan.
“Target kita jelas. Bone harus mampu memperluas cakupan tanam IP 300. Dengan tambahan unit bor, petani bisa menanam lebih dari satu kali dalam setahun,” tegas Bupati Asman.
Program pengeboran irigasi ini menjadi satu dari sekian implementasi nyata visi Pemerintahan BerAmal yang ingin memastikan pembangunan di Bone tidak hanya tampak, tetapi juga terasa manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Kunjungan di titik Desa Corawali menjadi momentum penting bahwa pemerintah hadir tidak hanya dalam perencanaan, tetapi juga dalam pengawasan, memastikan setiap program berjalan dan memberikan daya ungkit bagi kesejahteraan rakyat Bone. (*)






