HomeSastraPuisi Puisi akhir Pekan

Puisi Puisi akhir Pekan

Istimewa

Semesta


Oleh : Kimberly Harefa

Semesta sedang berduka
Lagi-lagi meratapi kepulangan
Karena jutaan tubuh melemah
Berpasrah pada virus yang semakin merajalela

Beribu pasang mata menatap langit
Berharap hujan turun sebagai pelipur lara
Juga sebagai kawan pengusir sepi
Kala bosan terkadang menjadi bayang

Berpulanglah, Corona
Jangan gemar menyakiti
Anak yang rindu kampung halaman
Dan ayah ibu yang masih giat mencari nafkah

Banyak yang menjadi korban
Pun juga berkorban
Di garda terdepan
Karena hati mereka penuh rasa kepedulian


Tersiar kabar seorang pejuang
Yang mengabdi pada tugasnya
Ia telah gugur dalam perang
Bersama buah hatinya tercinta

Terdengar pilu
Seperti sayatan seorang penyamun
Semua berkabung
Pikiran pun kalut

Kami rindu semesta berjabat tangan
Berdamai sebagai sesama ciptaanNya
Bukan lagi histeris ketakutan
Serta menjatuhkan air mata

Bersama-sama kita lambungkan doa
Juga menaati aturan yang diberlakukan
Untuk saling menjaga jarak
Agar tak ada lagi yang berjatuhan

Sebentar lagi datangnya hari Kemenangan
Semoga mampu melawan
Dan kita rayakan dengan ketenangan
Tanpa rasa yang berdebar

Semoga senyum itu kembali ada
Semesta

#HanyaKataKim

18-5-20

***

Rasa cintaku….

Oleh : Ririn Aur

Cinta…
Aku tak bisa mengingkari
segenap cintaku.
Kamulah pemiliknya.
Saat ini kamulah segala
emosiku.
Sedih, tawa, cemburu dan
bahagiaku adalah kamu,
Aku tak bisa kau jauh dariku,
Aku nyaman didekatmu,
Aku sayang dan perduli dgmu,
Namun kita tak ada ikatan,
Memang sulit bagimu untuk
memilih aku,
Aku tau ada hati yg kau jaga,
Kau tak mau dia terluka,
Salahkan aku jika
mencintaimu?
Salahkan aku jika aku rindu?
Aku selalu menunggumu, karna aku cinta kamu.
Mengapa kau abaikan?
Memang cinta tak harus memiliki,
Mengikrarkan janji tak saling menyakiti,
Sayang tapi sayang,
Hingga saat ini cintaku tak terbalas.

Cintaku
Kini telah pudar bersama dirimu,
Penyesalan disikapku berbeda,
Jangan mengira perasaan cintaku masih ada,
Aku lupa,
Ya…
Mungkin karna penantianku terbatas,
Lelah…..aku lelah…..
Ada saat aku berhenti berharap.,
Tak ada lagi tuk berandai andai.
Kepada Tuhan….
Aku selalu meminta,
Jika bukan kamu yg digariskan untukku,
Biarkan rasa cintaku menjadi story hatiku,
Semoga suatu saat,
Penantianku berujung menjadi kepastiaan yg nyata dan sempurna.

***

Andaikan Waktu Bisa Kembali

Oleh : Yosef Naiobe

Andaikan sepi tak berlalu
Kelu tak pernah perih
Ingin kugoreskan lagi syairku
Syair tentang cinta yang telah usang
Tentang dirimu yang pergi tanpa bekas
Hilang bak ditelan bumi

Andaikan waktu bisa diputar…
Ingin kujemput dirimu di garis awal
Saat kita bertemu pandang
Kulumat bibirmu laksana goresan senja
Kugenggan erat tanganmu tersipu malu

Ah waktu kini entah berlalu ke mana
Pergi bersama bayanganmu
Membiarkan aku menepi di batas sunyi
Tanpa lambai tanganmu
Tanpa pesona senyummu
Yang kupatri dalam jiwaku.

Andaikan waktu bisa diajak berbicara
Aku ingin dia membawamu pulang
Sebab aku masih setia menunggu
Di antara resah suaramu yang senyap
Diterpa angin malam, dengan bisik rindu
Menggumpal di dada, hingga kita bersama tidak hanya dalam mimpi.

Dan…aku ingin kau tahu betapa aku masih mencintaimu dengan sejuta anganku.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


TERBARU