
KUPANG, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur, Dr. Zaimur Wula, Msi diminta kesediaanya menjabat sebagai pembina ormas Gerakkan Cinta Indonesia (Gercin) yang kini hadir di Kupang. Nusa Tenggara Timur. Ormas ini sendiri lahir di Jakarta pada 10 April 2019.
Ketua termandat DPD Gercin NTT, Rofinus M. Ga’a, menjelaskan latar belakang berdirinya Gerakan Rakyat Cinta Indonesia adalah danpak dari “Maraknya kasus Intoleransi dan kebencian serta radikalisme antar sesama WNI yang terjadi akhir-akhir ini.
Rofin, demikian panggilan akrab Rofinus M. Ga’a, hari ini bersama tim melakukan audiens dengan Rektor UMK, sekaligus menawarkan job dan posisi pembina Gercin. Pada kesempatan itu ia memaparkan gagasan pendiri dan Ketua Umum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia, Hendrikus Yance Udam (HYU).
Ormas ini kata dia, lahir akibat banyak dugaan penyimpangan yang terjadi di berbagai sektor pemerintahan, swasta termasuk ormas sehingga sistem pengelolaan bangsa dan Negara RI, menjadi sangat jauh dari harapan dan cita-cita luhur para Pendiri Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
“Cita-cita luhur para pendiri bangsa, Negara harus dikelola berdasarkan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945, dengan konsep keberagaman Bhinenka uTunggal Ika dalam kerangka NKRI,”jelas Rofin di hadapan Rektor Zaimur Wula.
Dijelaskan akhir-akhir ini muncul intoleransi, kebencian atas keberagaman yang bernuansa SARA.dengan mudah menyulut permasalahan kebencian dari ormas tertentu.
“Padaham Pancasila adalah Ideologi dan dasar Negara, yang merupakan landasan dari segala keputusan bangsa dan Negara, seharusnya menjadi satu-satunya ideologi tetap sebagai pemersatu Bangsa dan Negara RI serta mencerminkan kepribadian bangsa dan NKRI,” katanya..
Atas dasar tersebut Rofinus menegaskan lahirnya ormas Gercin untuk mengatasi kebuntuan maraknya kasus intoleransi, dan kasus lain seperti kebencian dan kejahatan korupsi serta money politic.
Salah satu Fugsi GERCIN adalah sebagai wadah pemersatu anak bangsa dalam pergerakan menumbuh kembangkan semangat kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berikut, menanamkan nilai-nilai moral, etika, budaya dan spiritual sebagai kekuatan masyarakat dalam pelaksanaan membela Negara dan menangkal pengaruh segala bentuk kegiatan.
Yang terkait dengan radikalisme, ujaran kebencian, intoleran, terorisme serta tumbuhnya semangat disintegrasi bangsa.
Jadi misi utama berdirinya GERCIN adalah menyosialisasikan 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI seperti yang selama ini masif disosialisasikan Pimpinan dan Anggota MPR, DPR dan DPD RI ke seluruh penjuru Tanah Air.

Rektor UMK, yang juga sekaligus pembina Gercin, Dr. Zaimur Wula, Msi, berharap Gercin DPD NTT dengan mengedepankan Intelektualitas, Indah, Moralitas serta Hormati Struktur dalam organisasi.
“Saya cukup makan garam dalam hal pengalaman dan penghayatan akan Dasar Negara Indonesia karena telah mengasuh/mengajar Pancasila sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di UMK dan beberapa perguruan tinggi Swasta dalam wilayah NTT,” kata dia.
Hanya dalam implementasinya di lapangan, butuh sinergitas yang kolektif kolegial dengan berbagai pihak diantaranya ormas Gercin NTT ini.
“Bagi kami di Muhammadyah, Pancasila satu dari 4 pilar, dengan berbagai nilai luhur yang terkandung didalamnya adalah Final. Titik,” pungkas Ata Ende ini.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil ketua: Jefri Billy, Wakil Ketua Hironimus Bifel, SH, Sekretaris, Edi Nahak, Wakil Sekretaris, Nhesa, Wakil Sekretaris/ Sekretaris Panitia, Maria Indriani, Kabid Pemberdayaan Sosial / Ketua Panitia Pelantikan, Eko Lado.
Direncanakan pengurus DPD Gercin NTT, akan dilantik pada 20 Mei 2021.






