Revitalisasi Angkot: Pemkot Malang Siap Luncurkan Layanan Angkutan Pelajar Gratis Mei Ini

Revitalisasi Angkot: Pemkot Malang Siap Luncurkan Layanan Angkutan Pelajar Gratis Mei Ini

KOTA MALANG – Dinas Perhubungan, Pemkot Malang,  tengah mematangkan persiapan peluncuran program Angkutan Pelajar Gratis.

Inovasi ini dijadwalkan mulai beroperasi secara resmi pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi publik dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Dalam tahap awal implementasinya, program ini akan mengintegrasikan sekitar 70 hingga 80 unit angkutan kota (angkot) yang sudah ada.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah rampung dan saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu penyelesaian regulasi teknis.

“Target kami program ini sudah bisa terlaksana pada bulan Mei. Untuk fase awal, kami akan mengerahkan 70 sampai 80 armada yang siap melayani rute-rute sekolah,” ujar Widjaja.

Baca Juga :  Sangia Ambona Wawoangi, Gelar Kerajaan Muna untuk Ketua DPD RI

Guna menjamin profesionalisme dan standarisasi layanan, Pemkot Malang menerapkan kebijakan manajemen satu pintu.

Kerja sama tidak akan dilakukan secara individual dengan pengemudi, melainkan melalui koperasi angkutan yang berbadan hukum
Langkah ini diambil untuk:
* Memudahkan proses pengawasan dan evaluasi kinerja.
* Menjamin kepastian skema pembayaran bagi para sopir.
* Mendorong penguatan kelembagaan transportasi lokal yang sudah lama terbentuk di Kota Malang.

Operasional angkutan ini akan disesuaikan secara presisi dengan jam masuk dan pulang sekolah.

Selain memastikan ketepatan waktu bagi pelajar, program ini membawa tiga misi utama bagi pembangunan kota:
1. Reduksi Kemacetan: Mengurangi volume penggunaan kendaraan pribadi secara signifikan pada jam sibuk.
2. Jaminan Keamanan: Memberikan opsi transportasi yang lebih aman dan terpantau bagi siswa saat bermobilisasi.
3. Aksesibilitas: Menjangkau wilayah pemukiman yang sulit diakses oleh moda transportasi umum berkapasitas besar.

Baca Juga :  Bupati Bone Turun Langsung Support Kepala Desa di Jambore Desa se Sulsel, AAS: ‘Ini Bekal Mengurus Desa Lebih Baik’

Saat ini, penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) tengah memasuki tahap finalisasi.

Regulasi ini akan menjadi landasan hukum utama untuk memastikan anggaran dan operasional program dapat berjalan secara berkelanjutan (sustainable) serta tepat sasaran.

Pemkot Malang juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah kuota armada di masa depan apabila antusiasme dan kebutuhan pelajar terus meningkat.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts