Selayang Pandang PO Haryanto

Selayang Pandang Po Haryanto
Rian Mahendra, pemilik Bus Haryanto menyapa salah satu penumpang (M. Ossy)

 

Selayang Pandang Po Haryanto
Rian Mahendra, Pemilik Bus Haryanto Menyapa Salah Satu Penumpang (M. Ossy)

 

Catatan : M. Ossy, Malang

Moda transportasi di tanah air, kian menggeliat. Baik itu transportasi darat, laut maupun udara.

Salah satu sarana transportasi yang sangat dekat dengan pelayanan masyarakat lapisan bawah adalah transportasi darat, selain laut. Meski transportasi udara pun menjangkau semua lapisan masyarakat. Namun secara ekonomi masih lebih praktis transportasi darat. Selain murah pun menjangkau hingga ke pelosok.

Salah satu moda transportasi yang ikut meramaikan bursa bisnis di bidang transportasi darat adalah PO Haryanto. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini membuka cabang di Malang – Jawa Timur.

Dirut opersional PO Haryanto, PT Haryanto Motor Indonesia, Rian Mahendra, mengatakan untuk sementara pihaknya baru menyediakan empat bus eksekutif tujuan Jakarta dan sekitarnya. Perusahaan ini kata dia, didirikan ayahnya Haryanto pada tahun 2002 silam. Untuk mendedikasikan nama ayahandanya ia memilih nama Haryanto untuk bus bus berkapasitas sekitar 40an kursi.

Di temui di sela sela peluncuran perdana pengoperasian bus Haryanto Rian Mahendra menjelaskan titik star pemberangkatan
bisa dari Dampit dan Karangkates menuju ke Kota Malang, selanjutnya ke Jakarta.

“Kalau dari terminal Arjosari, berangkat pukul 13.30 WIB. Calon penumpang dari Dampit atau Karangkates selanjutnya, ke terminal Arjosari dan dilanjutkan ke Jabodetabek,” ujarnya.

Baca Juga :  Berusia Puluhan tahun Enam Pasar di Malang Diusulkan Direvitalisasi

Dikatakan selain Jakarta, PO Haryanto penyedia moda transportasi Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) ini juga
melayani Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dll.

Lebih lanjut ia menjelaskan, di masa pendemi Covid 19 ini, pihaknya menghimbau agar para penumpang menjalankan protokol kesehatan. Hal ini sebagaimana saran dan anjuran pemerintah dalam upaya memutus rantai penularan virus Corona.

Agar dapat terus bersaing dan berkembang, menurutnya, peningkatan pelayanan dan peremajaan armada bus terus dilakukan. Selain itu, juga melakukan ekspansi ke beberapa daerah lainnya.

Dengan menomorsatukan kenyamanan penumpangnya, Rian memastikan peremajaan secara berkala setiap usia bus telah memasuki lima tahun ini akan terus dilakukan dan diganti baru dengan batas maksimal tujuh tahun.

Sementara itu fasilitas yang diberikan oleh Bus PO Haryanto dipastikan dapat memberikan kenyamanan buat para penumpangnya.

“Diantaranya adalah AC, Toilet, Reclening Seat, Tempat kaki, Bantal, Selimut, Wifi, Service makan, Snack, hingga TV.” pungkasnya.

Perusahaan ini didirikan, H. Haryanto. Pada saat itu Haryanto yang juga mantan anggota Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kesatuan Udara di Tangerang, hanya mengoperasikan lima unit bus jurusan Kudus Jepara.

Baca Juga :  KASN Nilai Kinerja ASN Pengaruhi Investor Asing

Seiring perjalanan waktu kini armada bus yang dilanjutkan Rian Mahendra, berjumlah 260 dengan berbagai tujuan.

“Kalau saat ini sudah ada 260 bis termasuk untuk bis wisata. Setiap hari, rata beroperasi 160 unit bis. Semua Bis Class Executif ,” lanjutnya.

Selayang Pandang Po Haryanto
Peluncuran Perdana Bus Haryanto Tujuan Jakarta Dan Sekitarnya (M. Ossy)

Rian Mahendra mengaku dalam mengelola bisnis otobus pihaknya selalu menomorsatukan kenyamanan penumpangnya. Karena itu pihaknya terus melakukan peremajaan secara berkala.

“Jika telah berusia lima tahun akan diganti baru dengan batas maksimal tujuh tahun,” ujarnya.

Untuk memanjakan penumpang selama perjalanan pihaknya menyediakan
AC, Toilet, Reclening Seat, Tempat kaki, Bantal, Selimut, Wifi, Service makan, Snack, hingga TV.

Berikut tarif yang dikenakan bagi penumpang antata lain, dari Dampit ke Jakarta Rp 340 ribu, Panjen-Jakarta Rp 330 ribu dan dari Terminal Arjosari-Jakarta Rp 320 ribu.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts