Home Pariwisata Obyek Wisata Selorejo Dibuka Untuk Umum

Obyek Wisata Selorejo Dibuka Untuk Umum

 

Suasana di Bendungan Selorejo. (Toski D).

MALANG – Obyek wisata Selorejo yang berada di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur akhirnya dibuka lagi untuk umum. Sebelumnya salah satu destinasi wisata ini selama kurang lebih lima bulan tutup akibat merebaknya virus Covid-19.

Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, obyek wisata Selorejo ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta I (PJT I), dan obyek wisata tersebut, telah dibuka kembali untuk wisatawan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan diberlakukan juga pembatasan jumlah wisatawan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya, tempat ini (Wisata Selorejo) sudah awal bulan lalu (September) sudah buka. Didalam wisata Selorejo juga diterapkan protokol kesehatan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/11).

Menurut Bayu, dengan menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB) diharapkan dapat menggeliatkan kembali obyek wisata Selorejo, usai mati suri akibat pendemi Covid-19.

“Disini (Wisata Selorejo) sempat mati suri selama 4-5 bulan. Tidak ada pendapatan sama sekali. Kami harap rekan media menyiarkan atau menginformasikan ke masyarakat, jika wisata Selorejo ini telah dibuka kembali,” jelasnya.

Sebab, lanjut Bayu, saat ini hanya obyek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, dan untuk hotel, villa masih jauh dari sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Tamu wisata mulai pulih, tapi tamu hotel belum pulih, masih relatif jauh dari sebelum Pandemi, banyak promo untuk menarik pengunjung, salah satunya paket camping, dan sekolah berkuda, serta paket perahu juga kami gelakan,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Bayu, management wisata Selorejo menggalakkan penerapan protokol kesehatan bagi siapapun, bahkan karyawan, mitra usaha pedagang, pengemudi perahu, dilengkapi dengan masker dan face shield, serta memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Standar protokol kesehatan wajib kami terapkan, dan kami berlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas. Di masa normal, disini memiliki kapasitas 10 ribu pengunjung, dan saat ini dibatasi 5 ribu orang per hari. Tentunya ada syaratnya, apabila berkunjung adalah dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” tandasnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU