SMPN 1 Miomaffo Timur Hijaukan Lahan Kosong

Smpn 1 Miomaffo Timur Hijaukan Lahan Kosong

KEFAMENANU,- SMPN 1 Miomaffo Timur di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkenalkan program penghijauan yang berbeda dengan mengoptimalkan lahan kosong seluas 1,5 hektar.

Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Gervas Salu, S.Pd., ini memanfaatkan lahan untuk menanam pohon pisang dan kelapa, sekaligus mengedukasi para siswa tentang pentingnya kemandirian dan pelestarian lingkungan.

Program ini bukan hanya sekedar menanam pohon, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pembelajaran langsung kepada para siswa mengenai cara merawat lingkungan.

“Penghijauan ini lebih dari sekedar menanam. Ini adalah upaya untuk menanamkan nilai kemandirian pada siswa melalui kegiatan yang melibatkan mereka dalam perawatan dan pelestarian tanaman,” jelas Gervas Salu saat ditemui di sekolah, Sabtu (1/3).

Smpn 1 Miomaffo Timur Hijaukan Lahan Kosong

Selain itu, program penghijauan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan wirausaha sekolah.

Menurut Gervas Salu, jenis tanaman yang dipilih memiliki manfaat ganda, tidak hanya untuk lingkungan tetapi juga untuk usaha jangka panjang yang dapat memberi dampak positif pada sekolah.

Baca Juga :  LSM Pro-Desa Persoalkan Bangunan Pustu di Desa Wringinanom

“Dengan memilih tanaman yang memiliki masa tanam yang beragam, kami tidak hanya melestarikan alam tetapi juga membangun keterampilan kewirausahaan bagi siswa,” tambahnya.

Antusiasme siswa terhadap program ini sangat tinggi. Vidhelya Klau Lo’o, salah satu pengurus OSIS, mengungkapkan bahwa mereka merasa bangga dapat terlibat dalam kegiatan ini.

“Lahan yang kosong seharusnya tidak dibiarkan gersang. Kita harus memanfaatkannya untuk tujuan yang baik,” kata Vidhelya.

Rekan-rekannya, seperti Audril Nule dan Hildevis Son, turut menyampaikan bahwa program ini membawa dampak positif pada kualitas lingkungan di sekolah.

“Sekolah akan lebih hijau dan nyaman. Proses pembelajaran pun jadi lebih lancar dan menyenangkan,” ujar mereka.

Kegiatan penghijauan ini tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara siswa dan guru.

Baca Juga :  Cara Unik PWI Malang Raya di HPN

Setelah menanam bibit pohon pisang, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk merawat tanaman tersebut bersama wali kelas.

“Kami berharap tanaman ini tumbuh dengan baik dan memberi manfaat untuk sekolah, serta menjadi contoh nyata dari kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Gervas Salu.

Dengan keberhasilan program ini, SMPN 1 Miomaffo Timur menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga siswa yang peduli terhadap lingkungan dan kemandirian.

Program penghijauan ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan lahan kosong dengan cara yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts