Stafnya Diduga Terlibat Politik Praktis, Kadispora Kabupaten Malang Berurusan Dengan Bawaslu

Stafnya Diduga Terlibat Politik Praktis, Kadispora Kabupaten Malang Berurusan Dengan Bawaslu
Kadispora Pemkab Malang, Atsalis Supriyanto. (Toski D).
Stafnya Diduga Terlibat Politik Praktis, Kadispora Kabupaten Malang Berurusan Dengan Bawaslu
Kadispora Pemkab Malang, Atsalis Supriyanto. (Toski D).

MALANG, – Seorang oknum ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, diduga mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di daerah itu. Untuk membuktikan kebenaran kasusnya, Bawaslu setempat menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Atsalis Supriyanto untuk memberikan keterangan.

Dugaan keterlibatan ASN berinisial SS, ikut menyebarkan foto salah satu paslon melalui whatsapp. Meski mengsku tidak sengaja, namun Bawaslu tetap meminta keterangan saksi. Salah satunya, Atsalis Supriyanto.

“Kedatangan saya, atas pemanggilan Bawaslu untuk dimintai keterangan terkait Slamet Suyono yang diduga ikut mempromosikan visi dan misi paslon nomer urut 2 Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub),” ungkapnya, saat ditemui awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Senin (12/10).

Baca Juga :  Gelar Sunmori Keliling Kota, Anggota DPR RI Perkenalkan Cak Imin Capres

Menurut Atsalis, dirinya menjalani pemeriksaan terkait keterlibatan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi, Dispora Pemkab Malang, Slamet Suyono, yang di duga melakukan pelanggaran.

“Saya menghadiri undangan dari Bawaslu dan sekaligus memberikan keterangan, saya belum bisa memastikan, akan memberi teguran apa kepada saudara terduga (Slamet Suyono-red), karena kalau hasilnya sudah keluar dari Bawaslu kemudian akan di laporkan pada PJS Bupati Malang,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tadi, lanjut Atsalis, dirinya diberondong pertanyaan, salah satunya tentang bagaimana hubungan kerja antara Atsalis dan ASN terduga tidak Netral Slamet Suyono.

“Hubungan kami hanya sebatas rekan kerja, antar atasan dan bawahan, tidak ada unsur saudara, berdasarkan pemantauan kami kinerjanya di dinas terkait juga bagus tidak ada kendala,” terangnya.

Baca Juga :  Arsiparis Ahli  Utama DPD RI Maju Sebagai Bacawabup di Enrekang

Untuk itu, tambah Atsalis, dirinya akan segera memanggil terduga (Slamet Suyono) untuk meminta keterangan akan kebenaran berita yang beredar tersebut.

“Saya memang belum memanggil Slamet Suyono, karena sampai saat ini dia (Slamet Suyono) belum masuk kerja karena ijin sakit. Sampai saat ini dia tidak pernah melakukan imbauan atau ajakan kepada temannya yang lain untuk memilih salah satu paslon. Kalau itu terjadi saya sudah tegaskan bahwa ingat kembali kebijakan awal bahwa ASN harus netral,” pungkasnya

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts