
BSD TANGERANG – Salah seorang putra Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, SH mengutarakan niatnya untuk ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2024 mendatang.
Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) periode 2014-2017 mengungkapkan niat politiknya dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh TTU, di rumah Aleks Maneklaran, di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Selasa (2/5) malam.
Meski tidak secara tegas menyatakan bakal menggunakan kendaraan partai politik apa atau melalui jalur independen, namun dari pertemuan malam itu, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang hadir, ikut merespon dan memberikan dukungan.
Alumnus Fakultas Hukum Atmaja Yogyakarta ini mengatakan ia ingin ikut dalam proses politik yang bakal dihelat secara serentak pada tahun 2024, bersamaan dengan pelaksanaan pemilihan umum, pemilihan legislatif serta pemilihan presiden.
Untuk tahap awal lanjutnya, Kamel demikian Kamillus Elu, disapa, ia bakal mengunjungi daerah itu guna melakukan penjajakan. Selanjutnya, disusul dengan evaluasi untuk mengetahui reaksi masyarakat.
“Intinya saya ingin tampil dengan sesuatu yang berbeda,”ungkap Kamel yang pernah lama berkecimpung di dunia politik praktis mendampingi Ahok.
Pertemuan tersebut, memunculkan sejumlah konsep sebagai bekal bagi putra asal Desa Naekake A ini, untuk digunakan sebagai logistik dalam sosialisasi selama di sana. Seorang tokoh pemuda Ardy Nailiu, ikut memberikan masukan berharga kepada Kamel bagaimana menghadapi masyarakat dalam misi sosialisasi tersebut.
“Masyarakat kita butuh sebuah kepastian dan itu harus dibuktikan,”ujarnya.
Magister Fakultas Ekonomi Atmaja Yogyakarta, ini mengaku bangga jika ada kader dari TTU, yang ada di Jakarta ikut bertarung di Pilkada.
“Secara pribadi bangga jika pak Kamelus maju. Sebagai ASN, sesuai undang-undang kami dilarang terlibat dalam politik praktis. Namun sebagai keluarga, saya ikut bangga,”ujarnya.
Mantan Guru SMA Seminari Lalian Atambua ini, ikut dalam diskusi terbatas menyangkut suksesi Pilkada di TTU. Meski hadir dalam pertemuan tersebut Ardy Nailiu memilih sebagai partisipan.
Para tokoh TTU yang terdiri dari selain Aleks Maneklaran, Ladis Naisaban, Yade Bait, Frits Lake, Frits Fios, sementara dari tokoh pemuda, Pieter Naisaban dan Ardy Nailiu.
Di akhir pertemuan disepakati untuk membentuk satu lembaga atau yayasan yang dikoordinir Yade Bait dan Theodorus Tan.
Belum disepakati nama lembaga tersebut namun dipastikan lembaga tersebut bakal berbadan hukum yang berkedudukan di Kabupaten TTU, dan bergerak di bidang pertanian guna membantu masyarakat di wilayah yang mayoritas penduduknya petani ladang dan sawah.
Pemilahan Kepala Daerah di Kabupaten TTU, akan dilaksanakan bersamaan dengan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, David Juandi dan Eusabius Binsasi yang bakal mengakhiri masa jabatan pertamanya.
Belum dipastikan apakah dua pasangan ini akan bersama lagi untuk memperpanjang masa jabatannya lima tahun ke depan atau menjadi rival dan saling berhadap hadapan.
Jika berpisah dan memilih menjadi lawan, praktis Eusabius Binsasi akan tampil sebagai calon bupati melalui partai Gerindra. Kendaraan politik besutan Prabowo Subianto ini yang pada periode lalu memberikan dukungan kepada David Juandi dan Eusabius Binsasi.
Sementara David Juandi, kemungkinan akan diusung partai Golkar. Namun dalam partai berlambang beringin ini masih ada kader lain yang digadang ikut berkompetisi melalui partai yang sama.
Figur lain, Yosef Falentino Kebo, disebut sebut bakal menunggangi PDI Perjuangan sebagai kendaraan politik pada event politik tertentu.





