Ananta Wahana, BUMN: Lokomotif Pemulihan Ekonomi

Ananta Wahana, Bumn: Lokomotif Pemulihan Ekonomi
Sosialisasi peran BUMN (foto : Yosef)
Ananta Wahana, Bumn: Lokomotif Pemulihan Ekonomi
Sosialisasi Peran Bumn (Foto : Yosef)

BANTEN – Sejumlah umat Katolik yang ada di Tangerang Selatan, menghadiri pertemuan dengan anggota DPR RI, ST Ananta Wahana, SH, di Tangerang Selatan, Minggu, (26/12).

Pertemuan bertajuk Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pemberdayaan umat, sekaligus mensosialisasikan peran BUMN sebagai lokomotif pemulihan ekonomi. Salah satunya melalui program corporate social responsibility (CSR)

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, selama Desember Komisi VI, ditargetkan tiga kali melakukan sosialisasi BUMN, terhadap umat guna menggerakkan ekonomi dengan membangun unit usaha kecil dan menengah (UKM).

Ananta Wahana yang sudah sembilan kali bertatap muka dengan komunitas umat Katolik, selama enam periode menjabat sebagai wakil rakyat ini berjanji akan membantu umat melalui mitra kerja yang ada di BUMN.

Ananta Wahana, Bumn: Lokomotif Pemulihan Ekonomi
Pembagian Sembako

Ia berharap ke depan umat (masyarakat) dapat memanfaatkan BUMN melaui program CSR demi pemberdayaan ekonomi atau UKM. Apalagi kata dia, bantuan sosial tersebut murni pemberdayaan ekonomi dan tidak ada muatan politik.

“CSR tidak ditumpangi politik.  CSR menjamin kesejahteraan rakyat tanpa muatan politik. “tandasnya.

Yang penting bagi dia, umat bisa didorong untuk memanfaatkan akses  bantuan yang bisa diperoleh melalui BUMN- BUMN.

Dihadapan puluhan umat serta dua rohaniawan Katolik, Romo Suwarno dan Romo Yustinus Sulistiadi PR, Ananta Wahana bertekad tidak saja membantu umat yang ada di Dapil-nya di Banten. “Ke depan kita juga akan membantu hingga Nusa Tenggara Timur dan daerah lain,” harapnya.

Baca Juga :  Prospek Lumbung Ikan Maluku Terbentur Harga Solar, Izin Kapal

Sementara itu romo Suwarno mengajak umat tidak saja membangun unit usaha, namun juga membangun relasi dengan umat yang lain. Ia mencontohkan, di Pasar Kamis, dirinya berteman baik dengan tokoh agama Islam di wilayah itu. Sementara menyangkut usaha, ia berharap bisa menggunakan online sebagai wahana marketing.”Penjualan bisa melalui online,”ujarnya.

Romo Warno demikian ia disapa, menjelaskan pemanfaatan lahan milik gereja untuk ditanami sayuran atau kolam ikan. Hal ini kata Romo Paroki St Agustinus Kawaraci ini sangat tergantung kreatifitas umat.

“Aset aset paroki yang kurang maksimal. Diberdayakan untuk pelatihan dan pemberdayaan,” pungkasnya.

Berbeda, Romo Sulistiadi, lebih banyak shering masalah budaya bangsa dan kesenian. Hal yang penting adalah, membangun ruang publik yang diisi dengan atraksi budaya dan berkesenian, dari berbagai kalangan.

“Budaya yang kuat sulit dipisahkan” pungkasnya.

Di akhir pertemuan yang diselingi pembagian sembako, Ananta Wahana, menegaskan kembali peran BUMN, guna menggerakkan ekonomi rakyat melalui usaha rakyat (Kur) yang disalurkan melalui BRI, BNI, BTN dan Mandiri.” Bantuan tanpa jaminan untuk wira usaha pemula (wup) sebesar Rp tujuh juta per- wup,” kata dia.

Ananta Wahana, sukses mendulang kursi legislatif di Senayan melalui daerah pemilihan (Dapil 3) Banten, meliputi Tangerang Kota, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebelumnya, menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Banten.

Saat ini ia duduk di Komisi VI yang membidangi perdagangan, koperasi UKM yang berkaitan dengan BUMN.

Baca Juga :  CIMB Niaga Gelar The Cooler Earth Summit 2023 Dorong Penerapan Bisnis Berkelanjutan

Sementara itu romo Suwarno mengajak umat tidak saja membangun unit usaha namun juga membangun relasi dengan umat yang lain. Ia mencontohkan, di Pasar Kamis, dirinya berteman baik dengan tokoh agama Islam di wilayah itu. Sementara menyangkut usaha, ia berharap bisa menggunakan online sebagai wahana marketing.

“Penjualan bisa melalui online,”ujarnya.

Romo Warno demikian ia disapa menjelaskan pemanfaatan lahan milik gereja untuk ditanami sayuran atau kolam ikan. Hal ini kata Romo Paroki St Agustinus Kawaraci ini sangat tergantung kreatifitas umat.

“Aset aset paroki yang kurang maksimal. Diberdayakan untuk pelatihan dan pemberdayaan,” pungkasnya.

Berbeda, Romo Sulistiadi, lebih banyak shering masalah budaya bangsa dan kesenian. Hal yang penting adalah, membangun ruang publik yang diisi dengan atraksi budaya dan berkesenian.

“Budaya yang kuat akan mempersatukan,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan yang diselingi pembagian sembako, Ananta Wahana, menegaskan kembali peran BUMN, yang terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui usaha rakyat (Kur) yang disalurkan melalui BRI, BNI, BTN dan Mandiri

“Bantuan tanpa jaminan untuk
wira usaha pemula (wup) sebesar Rp tujuh juta per- wup,” ujarnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts