Oleh Sius Lopez
Dari Cabang Berbeda, Satu Pohon Cinta: Kemenag TTU Bersatu di Natal Harmoni
Dua ASN Muslim dari Kantor Agama TTU, yaituA ziza Yasrib Paoh,S.Sos dan Kurniawati Camuda dengan semangat toleransi menghias pohon Natal di kantor Kemenag Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Kamis,(4/12/2025).
Aksi ini patut diteladani di tengah perilaku intoleran dari oknum oknum tertentu. Keasyikan dua kaum Muslimah ini mengingatkan memori saya pada syair lagu “Terlalu Indah Dikekang” yang dilantunkan grup musik Legendaris Koes Plu. Aksi menghias pohon Natal bagi umat Katolik dan Protestan yang dilakukan Aziza Yasrib Paoh,S.Sos dan Kurniawati Camuda menghadirkan sebuah lukisan “pelangi” di TTU. “Sulit dilupakan. Entah sampai kapan. Peristiwa ini sama seperti syair lagu suguhan Koes Plus Bersaudara.
Di beranda Kemenag TTU, tempat waktu berpadu dengan asa, sekelompok kaum Muslim di bawah komando Aziza Yasrib Paoh,S.Sos dan Kurniawati dengan hati lapang, merajut keindahan dalam harmoni. Bukan sekadar ranting dan hiasan, namun sebuah deklarasi sunyi yang menggetarkan. Insan Kemenag TTU lintas agama, dengan tangan-tangan penuh cinta, menciptakan pohon Natal bagi agama Katolik dan Protestan yang akan merayakan Natal pada 25 Desember 2025.
Pohon itu, berdiri tegak,kecil, mungil , imut-imut adalah jelmaan dari persatuan. Setiap ornamen yang digantung, setiap cahaya yang berkelip, adalah simfoni toleransi yang menyala. Di sana, perbedaan melebur menjadi kekuatan, keberagaman menjadi melodi yang merdu.”Keterlibatan rekan-rekan yang beragama Islam,dalam merangkai dan menghias Pohon Natal merupakan spontanitas lahir dari hati nuraninya sebagai salah satu manifestasi dari toleransi beragama Dan semangat persatuan dalam keberagaman.Ini menunjukkan bahwa benih-benih penghargaan terhadap perbedaan telah tumbuh subur dan berkembang secara baik di lingkup Kemenag TTU”ungkap Koordinator Arsiparis Aziza Y Paoh,S.Sos didampingi Kurniawati yang proaktif menghias Pohon Natal.
Sementara Koordinator Umum Kemenag TTU Agustinus Baun,yang ikut memantau langsung dalam pembuatan Pohon Natal bersama rekan- rekan yang beragama Katolik dan Kristen Protestan mengucapkan terimakasih atas kebersamaan yang terjalin indah di Kemenag TTU. Moderasi beragama adalah nadi yang menghidupi kebersamaan, bahwa toleransi adalah jembatan yang menghubungkan hati.
Dari Kemenag TTU, sebuah pesan universal terpancar—seperti bintang di puncak pohon—bahwa damai sejati lahir dari saling menghargai, dari tawa bersama di antara perbedaan. Pohon Natal ini, dengan segala pesonanya, adalah wujud nyata dari kehangatan yang mengalir dari jiwa-jiwa yang percaya pada kebaikan bersama.





