Catatan Setiawan Liu – Jakarta
Bulan Ramadhan banyak kegiatan sosial. Mulai dari pembagian zakat menyantuni anak anak yatim piatu. Yang tak kalah menarik jelang buka puasa ada pembagian takjil. Hal ini dilakukan juga oleh warga Thionghoa di Jin De Yuan, dikenal juga dengan Klenteng Petak Sembilan.
Seorang warga Thionghoa Lie Thay Fei (65) yang ikut antri dalam pembagian takjil mengaku berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebagai warga yang memiliki ekonomi pas-pasan ia juga ingin menikmati takjil. “Anak-anak, orang dewasa antri disini (takjil buka puasa). Prioritasnya memang untuk warga yang kurang mampu dan berpuasa. Saya kan juga kurang mampu, jauh-jauh dari Tanjung Priok (Jakarta Utara) mau makan gratis,”ujar Lie Thay Fei, Rabu (12/4/2023).
Latar belakang Lie Thay Fei menarik. Misalnya antara tahun 1989 – 1991 sempat kursus Bahasa Mandarin di Taipeh Taiwan. Ia juga belajar sambil bekerja di pabrik yang memproduksi pelat-pelat nomor kendaraan di Taiwan. Pengaruh situasi politik, di mana terjadi pergantian presiden negeri Taiwan, dari Lee Teng-hui tahun 1988 – 2000 ke Chen Shui-bian, ia balik ke Indonesia.
Saat itu, ada kebijakan yang dianggap kurang mumpuni terhadap Hoakiau (orang Tiongkok yang lahir di perantauan, termasuk Indonesia). Setelah kembali ke Indonesia, sulit cari pekerjaan. Akibatnya ia hanya bisa membantu seorang teman.
Ia menuturkan selama bulan puasa, untuk bisa hemat biaya ia naik busway dari Tanjung Priok turun di halte Kali Besar, lalu jalan kaki ke Jin De-yuan.
Pemilik nama Indonesia, Surya ini menjelaskan bahwa nasib orang tak ada yang tahu termasuk kisah perjalanan hidupnya. Menurutnya waktu masih remaja ia sering berkumpul sama temannya Iwan yang juga teman akrab Jusuf Hamka. Di antara dua teman ini Jusuf Hamka atau yang dipanggil Baban Alun ini dari keluarga orang berada.
Perjalanan waktu Surya bekerja di pabrik kayu di Marunda, rekomendari Iwan dan Babah Alun. “Nasib orang siapa yang tahu. Iwan sekarang sakit. Saya sering antar makanan. Sementara Babah Alun sekarang Boss jalan tol (PT Citra Marga Nusaphala Persada, investor 7 jalan tol). Selain itu Baban Alun juga pengurus Yayasan Klenteng Petak Sembilan. “Di situlah saya setiap hari antri takjil,” ujar Thay Fei yang pernah kerja sebagai waiter di nite club Blue Ocean (1978 – 1983).






