
MALANG – PT Bestprofit Futures (BPF) didaulat menjadi pialang terbaik. Tidak saja itu perusahaan yang berlokasi di Malang ini juga terpercaya. BPF diketahui mencatat kenaikan total volume transaksi sebesar 98,8296 menjadi 82.462 lot hingga akhir Oktober 2020.
Transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif tetap mendominasi dengan volume transaksi sebanyak 71.712 lot, sementara untuk volume transaksi multilateral hanya mencapai 10.750 lot.
Secara nasional, masih pada Oktober, PT Bestprofit Futures (BPF) berhasil menduduki peringkat pertama untuk kategori Transaksi Bilateral dalam daftar 10 Pialang Teraktif yang dirilis secara bulanan oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) dan PT Kliring Berjangka Persero).
Dengan prestasi ini BPF didaulat sebagai pialang terbaik dan terpercaya, dengan pelayanan yang memuaskan.
Pengelolaan bisnis investasi berjangka dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik menjadi kunci BPF dalam mempertahankan prestasi ini. BPF berdiri sejak tahun 2004, dan telah memiliki 10 kantor cabang yang kini tersebar di Jakarta (2 kantor), Malang, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Jambi, Medan, dan Pekanbaru.
Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri, Kamis (12/11) berujar, pergerakan harga emas selama jelang Pilpres AS yang melonjak naik mendorong banyak investor menempatkan dana investasinya di emas. Terlihat dari pertumbuhan nasabah baru di BPF Malang yang meningkat 53,57% menjadi 215 nasabah dengan mayoritas transaksi di Iocogold.

Menurutnya portfolio emas sangat menjanjikan bahkan setelah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump sekarang. Biden effect memberikan pengaruh positif bagi emas untuk berada di level $1.953/troy ons sampai dengan $1.964/troy ons hingga akhir 2020. Kenaikan harga emas dunia juga dipicu oleh anjloknya dollar AS.
Meski sempat mengalami penurunan karena berita vaksin dari Pfizer Inc, namun posisi tersebut diyakini akan berbalik arah. Pasar emas global masih akan bergerak dengan volatilitas yang tinggi sebelum ditetapkannya Joe Bidden sebagai Presiden AS secara resmi.
Namun demikian kata Andri, para investor diharapkan lebih berhati-hati meski tren harga emas sedang mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2020, sebab arah bisa saja berubah.
Terkait dengan pilihan investasi yang direkomendasikan untuk para investor, Andri beujar, emas dan indeks Hang Seng bisa menjadi pilihan yang tepat karena peluang penguatan pada dua produk derivatif tersebut cukup besar pada saat momen festival Diwali, Window Dressing menjelang akhir tahun 2020 dan Imlek di tahun 2021.
Sebagai informasi juga bahwa dampak kemenangan Joe Biden juga terjadi pada index Hangseng, dimana terjadi kenaikan sebesar 3,62%. Harga Index Hang Seng diprediksi akan berada di level 26.500 26.100. Sedangkan lndeks Dollar mengalami penurunan yang cukup tajam -0.81%.





