
Oleh : Yosef Naiobe
Setiap masa ada tokoh.
Setiap tokoh ada masanya.
Era Presiden SBY, nama Andi Malarangeng, begitu lekat di masyarakat. Seiring perjalanan waktu, dunia selebritas di panggung politik itu berlalu.
Menikmati kekinian adalah sebuah realitas. Itulah hepy ending yang dialami mantan Kemenpora era Presiden SBY.
Suatu waktu pansel Andi Yuslim Patawari berdering. Penelpon berasal dari Andi Malarangeng atau AM. Pesannya sederhana. Silahturahmi. AYP memenuhi undangan itu. Mantan Ketua DPP KNPI Pusat ini tak menyia -nyiakan waktu. Toh ia juga tak ingin membuat kecewa teman sekampungnya di Bone, Sulawesi Selatan.
Rinai hujan. Deretan mobil di jalanan mengular, mengekor saling mendahului. Balapan. Mengejar waktu. Kebisingan laksana kilat menyambar. Menggelepar di angkasa. Sesewaktu suara alam ini mengirim cahaya, membias di antara gedung-pencakar langit kota metropolitan.
Suasana alami. Sapuan angin manja. Cuaca pun bersahabat ria. Kicau burung di pelataran rumah yang representasi itu, menyuguhkan pemandangan yang menajubkan. Kami Terhempas di antara kursi sofa yang empuk nan halus sehalus ulat sutra.
“Ayo bikin minum. Ada teh, kopi tersedia di meja. Ada kopi Aceh, dan kopi Medan, “silakan pilih dan ambil sendiri.
Tiba-tiba seorang perempuan berparas cantik menghampiri kami, yang lagi asyik mrebahkan tubuh yang letih di atas kursi sofa. Keramahtamahan menghiasi wajah ayu itu. Bang Irwan, panglima, serius menekan tombol handphone. Tak mau terusik, mata dua sahabat karib asal Kabupaten Lingga Kepri ini, terus fokus pada benda halo – halo itu. AYP yang berada di sudut lain, nyaman dalam imajinasi.
Saya bergegas mengikuti tawaran perempuan yang ternyata pemilik rumah nan asri itu. Rumah kediaman Andi Malarangeng.
Rumah dengan ornamen modern itu, dikelilingi kolam ikan dengan berbagai ukuran. Kolam yang berukuran 2 x 6 meter itu berjejer sangat rapih. Setiap kolam berisi sedikitnya lima ribu ekor ikan. Kolam – kolam itu ternyata direkayasa menggunakan baja ringan setinggi satu meter. Di dalamnya di isi terpal warna biru.
Rekayasa teknologi. Air pun tak sampai menetes. Ikan – ikan yang jumlahnya ribuan itu leluasa berenang di habitatnya.
Merekayasa pekarangan menjadi kolam ikan dan hidroponik adalah sisi lain dari aktifitas Andi Malarangeng saat ini. Mantan juru bicara Presiden SBY ini seakan tak ingin sejengkal tanah tanpa hias. Sama seperti ia juga tak ingin sedetik pun waktu terbuang.
Hujan turun bersahutan. Air raksasa dari langit ini mengepung kota Metropolitan. Matahari tak menampakan sinarnya. Lunglai dalam kepungan gerimis perlahan. Sore pun menjelang. Senja yang bertengger di atas Cilangkap itu melambai. Perlahan dipeluk malam yang kian mencekam. Sunyi. Saya, bang Irwan, Panglima, ikut tenggelam dalam kesunyian di bilangan Kaplongan Raya. Kediaman Andi Yuslim Patawari.
Di rumah dengan cat berwarna kuning ini, kami melepas lelah. Memeluk malam untuk menyambut pagi bersama sang waktu.






