KEFAMENANU,- Perjuangan mencerdaskan anak bangsa tidak mengenal batas geografis. Komandan Kodim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan dengan memberikan bantuan buku dan alat tulis kepada siswa-siswi SDN Kecil Banu, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Aksi ini tidak hanya mencerminkan dedikasi terhadap pendidikan di wilayah perbatasan RI-Timor Leste (RDTL), tetapi juga menggarisbawahi pentingnya peran TNI dalam pembangunan sumber daya manusia.
Untuk mencapai SDN Kecil Banu, Letkol Didit bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab. XIX Dim 1618, Ny. Sherly Didit Prasetyo, harus menempuh perjalanan berat melewati jalan berlubang, jurang, dan tebing curam. Namun, semua rintangan tersebut tidak menghalangi semangat mereka untuk membawa bantuan bagi anak-anak di wilayah terpencil.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak di perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Letkol Didit dalam sambutannya.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Ibu Uli Simanjuntak dan Sekolah Noah. Kehadiran Dandim 1618/TTU, didampingi Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 15/DBY, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, disambut antusias oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Dandim 1618/TTU berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi untuk terus belajar meskipun berada di daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.
“Kami hadir untuk memberikan semangat dan memastikan anak-anak perbatasan tidak tertinggal dalam meraih pendidikan,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SDN Kecil Banu, Gaspar Tefa, mengapresiasi perhatian yang diberikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak jadi lebih semangat belajar untuk meraih cita-cita mereka,” katanya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai penggerak pembangunan, khususnya di daerah terpencil.
Dengan semangat dan kepedulian seperti ini, pendidikan di wilayah perbatasan diharapkan terus berkembang, membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.






