MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Jawa Timur, membuat inovasi baru. Rencananya angkutan desa (angkudes) di daerah itu bakal disulap menjadi kendaraan wisata.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, saat ini
jumlah angkudes mengalami penurunan. Karena itu untuk menjaga eksistensi angkudes, pihaknya akan menyertakan angkutan legenda itu sebagai angkutan kepariwisataan.
“Angkudes ini kalah bersaing dengan ojek online (ojol) yang mudah didapat dan memberikan kenyamanan serta banyaknya pilihan fasilitas,” ucapnya, saat dihubungi, Kamis (6/4).
Data yang diperoleh jumlah angkutan pedesaan di Kabupaten Malang terus mengalami penurunan. Tahun 2018 masih ada 394 unit, kini hanya 191 unit. Penurunan ini lanjut Bambang imbas dari kendaraan online yang menawarkan kemudahan bagi pelanggan sehingga masyarakat lebih memilih ojol ketimbang angkudes.
Bambang menjelaskan, dengan adanya kendaraan wisata tersebut diharapkan bisa menghidupkan kembali angkutan desa, dan menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Jadi Bus Pariwisata itu berhenti di Shuttle, nah angkudes itu yang mengantar ke tempat wisata, tapi rencana itu akan kami kaji lebih dahulu untuk menjadikan angkutan desa ini menjadi angkutan wisata,” jelasnya.
Selain melakukan pengkajian, lanjut Bambang, diperlukan edukasi khusus bagi para sopir angkudes, agar lebih paham tentang tempat-tempat wisata yang ada.
“Jadi, para sopir perlu dibekali atau diedukasi dengan ilmu kepariwisataan, ya seperti pemandu wisata atau kerap disebut tour guide,” tukasnya.






