Dituding Proyek Fasilitas Jalan Rajekwesi Amburadul, DPUBM Beberkan Progres Pekerjaan Capai 96 Persen

Dituding Proyek Fasilitas Jalan Rajekwesi Amburadul, Dpubm Beberkan Progres Pekerjaan Capai 96 Persen

Kabupaten Malang – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menepis tudingan pekerjaan fasilitas Jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo.

Pasalnya, dalam pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan bahwa target pengerjaan jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo diperkirakan amburadul, dan pengerjaan U-Ditch belum selesai.

Menanggapi hal tersebut, awak media online ini berusaha mengkonfirmasi kebenarannya kepada Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma.

Akan tetapi, pria yang akrab disapa Oong ini menampik atas tudingan dari berita tersebut. Bahkan, pekerjaan proyek tahap kedua akses jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo progresnya telah mencapai 96 Persen.

“Proyek peningkatan jalan itu (Jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo), ada dua kegiatan, yakni pengeprasan dan U-Ditch, dan fasilitas pelengkap jalan pekerjaan dinding penahan tanah dan U-Ditch,” ucapnya, saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2024).

Menurut Oong, untuk proyek yang pertama untuk pekerjaan saluran air yang berbentuk huruf U dan terbuat dari beton precast tersebut progresnya sudah selesai 100 persen di bulan September 2024 lalu.

Baca Juga :  Tanggapi Aduan dari Warga, Camat Kalipare Ambil Tindakan

“Tapi, kalau kegiatan ke dua adalah fasilitas pelengkap jalan pekerjaan dinding penahan tanah dan U-Ditch dengan progres 96 persen, kontraknya berakhir bulan November 2024 ini,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Oong, untuk pekerjaan pengeprasan ada dua segmen, yakni Lapis Pondasi Agregat (LPA) dan U-Ditch sudah selesai 100 persen di bulan September 2024 sesuai jadwal.

“Saat ini sudah mengerjakan Dinding Penahan Tanah (DPT) 3 titik atau pekerjaan tanah dan geosintetik, Crossing, U-Ditch (fasjal) yang progres saat ini sudah 96 persen, selesai pada Minggu ini. Itu sudah sesuai jadwal,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Oong, saat ini kegiatan ke dua yakni sudah mengerhakan fasilitas pelengkap jalan pekerjaan DPT dan U-Ditch dengan progres 96 persen, dimana kontraknya akhir bulan November ini. Sehingga dengan pekerjaan proyek peningkatan jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo, diharapkan lebih mempermudah akses jalan bagi masyarakat setempat.

“Dampak dari selesainya pembangunan fasilitas jalan itu, tentu salah satunya akan mempersingkat waktu masyarakat saat melakukan aktifitas, jika dibanding sebelum dilakukan peningkatan pembangunan jalan,” ulasnya.

Baca Juga :  Rakor Lintas Sektoral di Mapolres Bone, Pemetaan Pengamanan Pilkada 2024 Dimulai

Oong menegaskan, kontrak pekerjaan pertama, peningkatan ruas jalan Kalipare-Donomulyo di ruas Rajekwesi itu, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1,46 miliar, dengan waktu pelaksanaan 150 hari. Sedangkan untuk progres pekerjaan fisik sudah mencapai 100 persen atau sudah selesai di bulan September 2024, hal tersebut sudah sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan kontrak. Sedangkan kontrak pekerjaan kedua, pembangunan DPT ruas Rajekwesi Kalipare, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2 miliar, selama waktu pelaksanaan 180 hari.

“Progres terbaru saat ini dilaporkan sudah mencapai 98 persen sesuai jadwal pelaksanaan, dan akan selesai sebelum akhir kontrak di akhir November 2024. Jadi tidak benar jika target pengerjaan jalan Rajekwesi Kalipare-Donomulyo diperkirakan amburadul. Dan pengerjaan U-Ditch yang belum selesai,” tegasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts