
MALANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyulap kampung kumuh di kawasan Kayutangan Kota Malang melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menjadi kampung wisata Kayutangan Heritage dan kampung Polehan di Kota Malang.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur (Jatim), M. Reva Sastrodiningrat mengatakan, Program Kotaku, adalah suatu program peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
“Kementrian PUPR telah menggelontorkan anggaran total sebesar Rp 23 Miliar. Itu untuk merombak di Kauman (Kayutangan) dan Polehan. Anggaran itu untuk bangunan drainase, air bersih/minum, pengelolaan persampahan, pengelolaan air limbah, pengamanan kebakaran (Hydrant)dan ruang terbuka publik,” jelasnya.
Menurut Reva, anggaran Rp 23 miliar tersebut berasal world bank (Bank Dunia) untuk mewujudkan kolaborasi penanganan kawasan kumuh dari berbagai stakeholder dalam menyediakan infrastruktur permukiman, agar dapat menurunkan luasan permukiman kumuh.
“Penyelenggaraan pelaksanaan seluruh kegiatan program Kotaku juga merujuk pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah terkait pencegahan penyebarluasan Covid-19 dan antisipasi dampak wabah pendemik Covid-19,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Reva, dengan adanya infrastruktur dan pelayanan perkotaan yang lebih baik, maka diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama kemajuan perekonomian.
“Pelaksanaannya pun sudah dilakukan sejak Desember 2020 silam, dan baru selesai bulan April ini,” tandasnya.






