Kota Malang – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang, Ganisa Pratiwi Rumpoko menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pesta demokrasi yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.
Keinginan Calon Legislatif (Caleg) terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Batu, rela mundur dari statusnya sebagai caleg terpilih, dan ingin menjadikan Kota Malang menjadi Kota barometer ekonomi kreatif berkat dukungan lapisan masyarakat dan arek-arek Malang.
Dengan begitu, Ganis secara langsung mendeklarasikan keinginannya dihadapan ratusan simpatisan Sahabat ER (Eddy Rumpoko, mantan Wali Kota Batu).
Deklarasi itu dilakukan lantaran rekomendasi (Rekom) untuk wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu, dan Kabupaten Malang), dan daerah Jatim lainnya, belum ada rekom untuk bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah dalam Pilkada serentak 2024 mendatang.
Padahal, pada Selasa (14/8/2024) lalu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P telah mengumumkan para bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah dalam Pilkada serentak 2024 gelombang pertama.
Dari rekom tersebut, untuk daerah Jawa Timur hanya ada empat daerah yang telah mendapatkan rekom, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sumenep dan Trenggalek.
Untuk itu, Ganisa Pratiwi Rumpoko, atau yang biasa dipanggil Ganis Rumpoko mendeklarasikan dirinya untuk maju dalam Pilkada Kota Malang dengan mengambil tagline ‘Lupakan Mantan,sambut Masa Depan’, yang digelar di sebuah cafe Loteng yang ada di Jalan Bandung, Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (15/8/2024).
Dikesempatan itu, putri Almarhum Eddy Rumpoko ini spontan mendapat dukungan dari berbagai elemen kader partai PDI Perjuangan Kota Malang, yang membuat dirinya cukup yakin untuk maju di Pilkada Kota Malang.
“Saya menyatakan diri siap maju dalam pilkada Kota Malang, alasan saya kenapa ikut dan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Wali Kota Malang karena saya sebagai kader partai PDI Perjuangan dan sebagai anak muda ingin membuat Kota Malang tidak dipimpin oleh orang lama,” ucapnya.
Ganis menegaskan, bahwa jika dirinya nanti mendapatkan rekom dari DPP PDI Perjuangan maka tentunya akan selalu siap untuk mundur dari kursi anggota DPRD Kota Batu masa Bhakti 2024-2029.
“Kalau saya mendapatkan rekom maju menjadi calon Wali Kota Malang, maka saya sebagai kader partai tentu secara aturan saya wajib mundur, saya kader partai PDI Perjuangan saya siap ditugaskan dimanapun, walaupun harus mundur dan saya bersedia tidak dilantik,” jelasnya.
Akan tetapi, ketika ditanya kenapa secara tiba-tiba menyatakan menjadi Bacalon Wali Kota Malang?, Ganis menjawab bahwa apa yang telah dilakukan ini karena banyaknya dukungan untuk maju, dan akhirnya terlaksananya deklarasi ini.
“Saya melihat Kota Malang merupakan kota pendidikan, sebagai anak muda lahir dikota malang, saya sangat prihatin yang mana Bacalon Wali Kota Malang orangnya itu-itu dan orang lama semua, maka dari itu saya muncul dan ingin menunjukan jika anak muda bisa memberikan hal terbaik di Kota Malang,” jelasnya.
Sedangkan, lanjut Ganis, digelarnya deklarasi ini tentunya sebagai ajang untuk berkomunikasi dengan DPC PDI Perjuangan Kota Malang hingga DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur .
“Kita ingin menunjukan dukungan masyarakat Kota Malang sangat besar, maka saya memberanikan diri dan bermodal semangat yang tinggi untuk maju di Pilkada Kota Malang, semua nanti tinggal menunggu Keputusan Pusat yang kini masih melakukan penjaringan dan tentu saja adekkarasi ini merupakan salah satu bentuk kongkritnya,” tegasnya .
Sementara, mantan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang juga ibu kandung Ganis Rumpoko yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengharapkan dukungan dari semua pihak atas deklarasi Bologanis untuk pilkada Kota Malang.
“Terimakasih atas kedatangan semuanya yang mana diluar ekspektasi nya dan luar biasa, kami mohon dukungan atas deklarasi ini untuk anak saya maju dalam Pilkada Kota Malang,” tandasnya.






