
MALANG, PPKM, Jawa Bali belum mampu menekan pertambahan angka Covid19. Per hari ini, jumlah pasien terpapar seluruh Indonesia mencapai 30.625 orang. Sejumlah daerah dikategorikan level empat, termasuk Malang Raya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan yang juga sebagai Koordinator PPKM di Jawa dan Bali, bakal terjun langsung ke daerah. Luhut dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Malang Raya pada Jumat (13/8) lusa.
Informasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto, saat berkunjung ke Peringgitan Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (11/8).
“Pak Luhut, Jumat akan berkunjung ke sini (Kabupaten Malang),” ucap Septian singkat,
Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, rapat koordinasi secara virtual, disebutkan bahwa Menko Marves akan ke Malang Raya, lantaran kasus penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan sehingga menjadi perhatian Pemerintah Pusat.
“Deputi tadi menyampaikan, rencana Menko Marves bersama Menkes dan Menteri BUMN akan akan kesini untuk mengevaluasi dan melihat progresnya seperti apa,” katanya.
Menurut Wahyu, kedatangan Menko Marves, Kemenkes dan Menteri BUMN ini bertujuan untuk meninjau lokasi ruang isolasi terpusat (isoter) untuk penanganan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.
“Kalau jadwalnya, besok ke Bali, baru ke sini. Direncanakan nanti akan bertemu dengan Fokopimda Malang Raya, kemudian meninjau beberapa lokasi salah satunya isoter,” jelasnya.
Wahyu menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menjalankan instruksi pembatasan mobilitas masyarakat sejak PPKM Darurat diberlakukan.
“Selain itu, Pemkab Malang juga telah mengupayakan perpindahan warga isoman menuju ke isoter yang telah disediakan. Itu dilakukan untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19,” terangnya.
Sebab, lanjut Wahyu, saat ini sudah ada varian virus baru yang dinilai lebih berbahaya dan mudah menular.
“Berkali kali sudah disampaikan ada varian virus baru, kalau isoman dirumah berpotensi tinggi menyebarkan virus. Kita tidak tau disalah satu keluarga misalnya ada yang komorbid itu bisa berpotensi meningkatkan angka kematian. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ulasnya.
Dengan begitu, tambah Wahyu, dirinya berharap warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dirumah agar berpindah ke ruang isoter yang sudah disediakan, dan sudah melengkapi fasilitas penunjang pemulihan pasien isolasi mulai konsumsi, obat obatan, oksigen dan lainnya.
“Untuk tracing kita sebenarnya sudah baik. Kalau dilihat dari tracingnya kita sudah tinggi sehingga positif rate kita juga tinggi. Jadi tinggal penekanan penanganan isoman ke isoter ini,” tutupnya.






