MAKASSAR–Setelah tujuh tahun penuh dedikasi dan kebersamaan, keluarga besar SMKN 4 Bone mengantarkan sebuah momen penghargaan istimewa bagi seorang pemimpin yang tulus dan berdedikasi tinggi. Seorang Kepala SMK yang dikenal karena komitmen dan kerja kerasnya, kini meraih apresiasi sebagai Kepala SMK Dedikatif, sebuah gelar yang menjadi simbol keberhasilan dari kerja sama dan kolaborasi yang kuat di lingkungan sekolah.
Dia adalah Kepala UPT SMKN 4 Bone, Andi Faisal, S.Pd., M.Pd., telah berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang Jambore GTK Hebat 2024 dengan meraih Juara I sebagai Kepala SMK Dedikatif Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi Andi Faisal dalam memajukan pendidikan kejuruan di Sulawesi Selatan.
Andi Faisal, yang telah menjabat sebagai Kepala SMKN 4 Bone sejak 2017, memiliki visi untuk menciptakan peserta didik yang unggul, berakhlak mulia, dan berjiwa kewirausahaan. Sebagai pelaksana SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak 2022, serta pemegang Skema Pemadanan Industri pada 2024, Andi Faisal aktif mendorong penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah lain. Kurikulum ini dirancang agar lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan industri, sehingga siswa dapat menjadi “Pelajar Pancasila” yang memiliki karakter kuat, keterampilan kritis, dan kemampuan beradaptasi secara global.
Dalam inovasinya, Andi Faisal berhasil meraih juara dengan berbagi praktik pengimbasan Kurikulum Merdeka ke sekolah-sekolah lain. Sebagai kurikulum yang lebih fleksibel, Kurikulum Merdeka memungkinkan satuan pendidikan untuk lebih kreatif dalam mengembangkan program pembelajaran. Tujuannya adalah membentuk siswa yang memiliki enam dimensi karakter utama sebagai Pelajar Pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; serta kreatif.
Walaupun pemerintah telah meluncurkan platform PMM sebagai alat bantu belajar bagi para guru, Andi Faisal mencatat bahwa tantangan besar masih ada. “Tidak semua guru siap untuk beralih dari zona nyamannya. Kami menghadapi resistensi dari beberapa pihak dan keterbatasan sumber daya di sekolah,” ungkapnya. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman sebagian guru dan siswa terhadap konsep-konsep baru dalam Kurikulum Merdeka.
Mengatasi tantangan tersebut, Andi Faisal telah mengambil sejumlah langkah strategis. Bersama tim guru dalam Kombel SIPAKKAINGE, ia mengadakan pelatihan intensif bagi para guru untuk memaksimalkan penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 4 Bone. Langkah ini diikuti dengan pengimbasan pengetahuan dan praktik baik ke beberapa sekolah lain.
Pada 2022, Andi Faisal dan timnya memberikan pendampingan pendaftaran SMK PK di SMKN 5 Bone, yang kemudian terpilih sebagai pelaksana SMK PK Skema Pemadanan Industri pada 2023. Mereka juga membimbing sekolah tersebut dalam penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah (KOSP) dan Modul Ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Tak hanya berhenti di situ, pada 2023, Andi Faisal melanjutkan pengimbasan ke SMKN 3 Bone, SMKN 8 Bone, serta SMK dan SMA lain di Kabupaten Bone. Kegiatan ini meliputi pendampingan penyusunan KOSP, modul ajar P5, hingga pemanfaatan platform PMM.
Tahun ini, 2024, SMKN 4 Bone kembali menjadi pelopor dalam mendukung sekolah-sekolah di wilayah Bone, seperti SMKS Dirgantara Arasoe dan SMAN 15 Bone, dengan melaksanakan pendampingan, berbagi praktik baik, dan memperkenalkan budaya positif serta Pembelajaran Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi (KSE) di sekolah-sekolah tersebut.
Penghargaan yang diterima Andi Faisal menjadi bukti bahwa perubahan dalam pendidikan adalah mungkin dengan dedikasi dan inovasi. “Kami berharap siswa dapat menjadi Pelajar Pancasila yang siap bersaing di era industri dan memiliki akhlak mulia,” tutup Andi Faisal. Keberhasilannya ini membawa inspirasi bagi para pendidik lainnya di Sulawesi Selatan untuk terus maju dan berinovasi demi kemajuan pendidikan di daerah.
“Dengan penuh rasa syukur, saya ingin menyampaikan terima kasih untuk seluruh teman-teman, keluarga besar SMKN 4 Bone, atas dukungan yang luar biasa selama ini. Selama tujuh tahun saya mendedikasikan diri di sekolah ini, pencapaian ini adalah hasil dari kekompakan dan kebersamaan kita semua,” ungkap beliau dalam sebuah kesempatan penuh haru.
Penghargaan yang diterima beliau ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan personal, tetapi juga cerminan keberhasilan seluruh pihak yang terlibat. Ia menyampaikan rasa bangga sekaligus rasa syukur yang mendalam kepada seluruh rekan kerja yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di SMKN 4 Bone. “Penghargaan ini saya persembahkan untuk rekan-rekan hebat, keluarga besar SMKN 4 Bone. Tetaplah kita menjaga tali silaturahmi dan kekompakan, karena dengan kolaborasi, insya Allah kita bisa meraih lebih banyak lagi,” tambahnya.
Dalam perjalanan kariernya di SMKN 4 Bone, ia tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang visioner, tetapi juga sebagai sosok yang selalu mengutamakan kebersamaan dan kekompakan. Dengan prinsip bahwa keberhasilan tidak pernah dicapai secara individu, beliau berusaha menciptakan suasana kerja yang nyaman, harmonis, dan saling mendukung.
Keluarga besar SMKN 4 Bone berharap bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus melangkah maju. Terima kasih dan penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah pijakan untuk mencapai lebih banyak hal luar biasa di masa depan.
“Sekali lagi, terima kasih kepada bapak-ibu semua. Mari kita lanjutkan kolaborasi ini untuk membawa SMKN 4 Bone menjadi semakin gemilang,” ujarnya menutup pernyataan penuh haru tersebut. (*)






