
MALANG – Suharto Prasetyawan (47) yang mengaku anggota TNI dengan pangkat mayor terpaksa berurusan dengan Koramil 0818/02 Batu. Tentara gadungan ini ditangkap saat meminta sumbangan ke pengelola villa di sekitar kawasan Songgoriti Kota Batu, Kamis (30/9).
Dalam aksinya, warga Jalan Jupri Kota Malang, menggunakan sepeda motor Suzuki smash warna merah, meminta sumbangan kepada warga dengan melalui sebuah proposal untuk perayaan HUT TNI, 4 Oktober 2021.
Danramil 0818/02 Batu, Kapten Arm Abd Kodir mengatakan, korbannya sekitar delapan orang pengelola villa.
“Dia ngakunya meminta sumbangan dalam rangka HUT TNI ke-71, 4 Oktober mendatang. Ada proposalnya juga waktu menarik sumbangan itu,” kata dia.
Untuk meyakinkan pengelola vila, Suharto Prasetyawan memakai seragam TNI dengan pangkat mayor di pundak. Meski hanya dua jam beraksi, ia mampu mengumpulkan uang sebanyak Rp 435 ribu. Namun uang tersebut belum sempat dinikmati karena beberapa warga mulai curiga jika Suhatono merupakan tentara gadungan.
“Karena bet tentaranya beda. Saat ditanya apakah dia tentara. Dia keceplosan atau apa mengatakan tentara gadungan,” ungkap Kapten Arm Abd Kodir.
Akhirnya warga pun geram. Sempat ada beberapa pukulan yang berhasil menghujam Suhartono. Namun tidak berselang lama, Danramil Kota Batu, dan beberapa anggotanya datang dan langsung mengamankan tentara gadungan tersebut.
“Dia langsung kami bawa ke markas dan kami amankan. Semua kondusif,” terangnya.
Setelah dimintai keterangan di markas tentara, Kodir mengatakan, pelaku sudah beberapa kali menjalankan aksinya.
“Kalau mulai kapan saya tidak bisa memastikan. Tapi kalau menurut analisa saya sudah lama dia tapi yang ketahuan baru sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Kodir, kasus ini sudah dilimpahkan ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Batu.
“Langsung saya limpahkan dan laporkan ke Polres Batu. Jadi sekarang sudah ditangani polisi,” tukasnya.






