Pantai Panjang Makan Korban, Dua Turis dan Tiga Wisatawan Terseret Ombak

Pantai Panjang Makan Korban, Dua Turis Dan Tiga Wisatawan Terseret Ombak
Ist

MALANG- Keindahan Pantai Panjang yang berada di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, memakan korban, pasalnya lima wisatawan terseret ombak.

Kapolsek Bantur AKP Slamet Subagyo ketika dikonfirmasi membenarkan atas peristiwa hilangnya wisatawan tersebut.

“Benar, TKP-nya di pantai Jembatan Panjang, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap kelima korban,” ucapnya singkat, Sabtu (8/7).

Sementara itu, pengelola pantai Balekambang, Jono mengaku bahwa rombongan tersebut berkemah di Pantai Jembatan Panjang yang letaknya berdekatan dengan Pantai Balekambang.

“Lokasi itu dibawah naungan LMDH Sumberbening, Kecamatan Bantur. Katanya mahasiswa mancanegara, dan selancar (surfing), atau juga mereka (Mahasiswa asing) sedang berenang (Di Pantai Jembatan Panjang),” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kelima korban tersebut dua diantaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya.

Baca Juga :  Hadir di Women Economic Forum 2022, SiCepat Dukung Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Keduanya dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Panjang ketika berenang di pantai Panjang, sebelah pantai Balekambang.

Kedua mahasiswa asing UB tersebut yakni Ana Brieva Ramirez asal Spanyol, dan Jana Olivia Soland asal Swiss, sedangkan tiga wisatawan Warga Negara Indonesia (WNI) juga dikabarkan hilang yakni, Made Indra, Bayu dan Pendik.

Kedua WNA tersebut datang bersama rombongan sebanyak 29 mahasiswa, dengan rincian 17 WNA dari Swiss, Spanyol, dan dari berbagai negara, dan 12 WNI berwisata di tempat tersebut.

Rombong tersebut dengan menggunakan kendaraan Bus PO Maulana Nopol N 7573 UE, dan berangkat ke Pantai Balekambang dari Hotel Trio 2 Malang pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2023 sekira pukul 14.00, dan sampai di PW jembatan panjang pukul 17.30.

Selanjutnya rombongan dijemput oleh Tour Leader atas nama Pendik (Malang Travel) dan Bayu (Ciliwung Camp) untuk masuk dan dilokasi PW. Jembatan Panjang sudah didirikan beberapa Camp/Tenda yang berjumlah 10 Tenda.

Baca Juga :  Seminar dan Pelatihan Sekolah Inklusif Untuk Kehidupan Generasi Yang Berkualitas

Mereka melakukan kegiatan malam hari bersama-sama dengan Aman, dan pada Sabtu (8/7) sekitar pukul 08.00 kedua korban WNA itu berenang dan tidak bisa menepi.

Melihat Anna dan Janna menyangkut di tengah pulau, Made dan Bayu bersama Pendik berusaha membantu kedua korban tersebut untuk bisa menepati.

Namun tiba-tiba ombak besar datang dan mereka semua terseret oleh ombak. Hingga saat dilaporkan kejadian ini korban masih dalam upaya pencarian dan masih belum ditemukan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts