Pengakuan Rahwana Ramaikan Busu Jaman Biyen 2026 Bertajuk ‘Rekonsiliasi Budaya di Tanah Adat’

Pengakuan Rahwana Ramaikan Busu Jaman Biyen 2026 Bertajuk 'Rekonsiliasi Budaya Di Tanah Adat'

 

MALANG – Warga Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, bakal gelar festival kebudayaan ikonik dengan mengusung tema ‘Rekonsiliasi Budaya di Tanah Adat’.

Even yang akan digelar pada 10-12 April 2026 tersebut diinisiasi oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan ‘Busu Jaman Biyen (BJB Fest)’.

BJB Fest ini sebelumnya di setiap tahunnya aktif menggelar festival kebudayaan ikonik asal Malang Timur.

Akan tetapi, akibat adanya pandemi Covid -19, BJB Fest vakum menggelar kegiatan yang berkonsep kehidupan dan jajanan tempo dulu.

Saat ini, setelah absen selama lebih dari lima tahun, BJB Fest akan menggelar festival ‘Busu Jaman Biyen 2026’, yang bertujuan sebagai Ruang Rekonsiliasi Budaya.

Penanggung Jawab BJB Fest, Kusnadi mengatakan, festival seperti ini digelar pertama kali digelar pada tahun 2017, dan telah mencuri perhatian karena
konsepnya yang organik.

“Festival ini berbeda dengan festival desa lainnya, masyarakat akan berperan aktif, setiap rumah warga berubah menjadi lapak gastronomi tradisional yang menyuguhkan masakan khas hasil bumi sendiri,” kata Kusnadi, saat ditemui awak media, Kamis (2/4/2026).

“Jadi festival ini sebagai momen rekonsiliasi bagi kami. Kondisi alam dan ekonomi pasca-pandemi memang sulit, tapu semangat gotong royong warga untuk menghidupkan kembali identitas Dusun Busu jauh lebih kuat,” tambahnya.

Baca Juga :  Polemik Rencana Pembangunan Jalan Tembus Griya Santa, RW 12 Tolak SP Kedua

Pria yang akrab disapa Abid inu menjelaskan, festival Busu Jaman Biyen 2026 ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan RI lewat program Dana Indonesiana 2026.

“Tahun ini kita dapat dukungan dari Indonesiana, maka kami akan menampilkan Ludruk Organik yang berasal dari kelompok kesenian para petani lokal tanpa latar belakang pendidikan seni formal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Abid, dalam Festival Busu Jaman Biyen (BJB fest) 2026 kali ini, juga menghadirkan Malang Dance yang akan membawakan teater tari dengan judul ‘Pengakuan Rahwana’.

“Teater tari itu nantinya akan mengawali dengan tour di tiga Kota, yakni Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Kalau di Kabupaten Malang akan digelar di sini (Dusun Busu) pada Sabtu (4/4/2026), itu satu kesatuan rangkaian kegiatan festival ‘Busu Jaman Biyen 2026’, puncaknya pada tanggal 10-12 April 2026 mendatang,” tegasnya.

Ditempat yang sama, kurator seni tari Malang Dance, Winarto Ekram menyampaikan Teater Tari yang mengambil judul Pengakuan Rahwana akan digelar di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung lantaran akan digelar festival kebudayaan ikonik dengan konsep Busu Jaman Biyen.

Baca Juga :  MTsN 1 Bone Bangun Generasi Politikus Muda Lewat Pemilihan Umum OSIM

“Kami memang sengaja memilih Dudun Busu, karena kami ingin menyasar penonton yang berbeda, di sini (Dusun Busu) kami ingin berbagi dengan petani dan peternak dengan pertunjukan ini,” ujarnya.

Terlebih, lanjut Winarto, warga dusun Busu ini terlihat sangat antusias dan memberikan apresiasi yang menarik.

“Kami ingin mereka menonton sambil sarungan bisa nonton hiburan dengan pendekatan modern, saya akan sajikan teater tari Pengakuan Rahwana, dibalik semuanya Rahwana ini sosok tokoh luar biasa, dia (Rahwana) mengejar cinta sejatinya yakni Wedawati yang diyakini telah terlahir kembali sebagai Dewi Sinta yang merupakan istri Rama,” terangnya.

“Tapi, cerita itu kami coba membalik cerita tentang Rahwana. Ada sosok luar biasa dalam Rahwana yaitu cinta sejati. Bukan semata kecantikan Shinta, tapi kerena Wedawati yang menitis pada Shinta. Karena cinta sejati Rahwana itu Wedawati, dan Cinta sejati adalah roh kehidupan,” imbuhnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts