
JAKARTA- Belakangan ini bangsa Indonesia dibuat gaduh. Pemicunya soal surat edaran Kementerian Agama yang mengatur tentang pengeras suara (TOA) di masjid. Aturan ini seperti bola api yang membakar emosi anak bangsa. Meski Ada yang setuju, namun tidak sedikit yang menolak.
Nah bincang- bincang soal TOA, sebenarnya siapa si yang menemukan alat pengeras suara tersebut?
Dilansir, Komentar.co, Manado,
Penemu TOA Pertama, seorang Pastor Athanasius Kircher SJ dari Ordo Yesuit. Ia adalah imam Katolik dan ilmuwan yang lahir di kota Geisa, Jerman pada 02 Mei 1602.
Berikut ulasan selengkapnya:
Hampir semua orang di Indonesia mengenal TOA atau yang populer disebut megafon. TOA berasal dari merek bernama TOA. Benda ini dapat dijumpai di ruang publik. Banyak masjid di Indonesia menggunakan TOA sebagai pengeras suara untuk mengumandangkan adzan, pengajian, dan lain sebagainya. Tidak hanya di masjid, speaker TOA juga dapat ditemukan di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, bandar udara, rumah sakit, dan rumah ibadah lain seperti gereja.
Megafon merupakan suatu alat pengeras suara. Sedangkan TOA sebenarnya merupakan merk speaker megafon ternama buatan Jepang, yaitu TOA Corporation yang didirikan pada tanggal 1 September 1934 oleh Tsunetaro Nakatani, dan berkantor pusat di Minatojima Makamachi, Chuo-ku, Kobe, Jepang. Jadi megafon telah ada jauh sebelum pengeras suara merk TOA tersebut ada.
Lantas siapa penemu megafon?
Mengutip dari laman Wikipedia, orang pertama yang menemukan megafon adalah Athanasius Kircher SJ. Ia lahir di kota Geisa, Jerman, pada tanggal 2 Mei 1602. Ia adalah seorang pastor Katholik dari Ordo Yesuit (Society of Jesus) yang disingkat SJ.
Selain seorang pastor, Athanasius Kircher juga seorang ilmuwan. Sepanjang hidupnya ia telah mempublikasikan sekitar 40 tulisan, yang kebanyakan dalam bidang Aristoteles, geologi, dan kedokteran. Athanasius Kircher juga seorang penerjemah hieroglif terkenal di jamannya.
Megafon atau speaker pengeras suara bercorong, yang di Indonesia banyak disebut orang dengan TOA adalah pengeras suara yang menggunakan pengarah suara berbentuk corong untuk meningkatkan efisiensi elemen-elemen pengirim suara, khususnya elemen-elemen diafragma yang digerakkan oleh sebuah elektromagnet.
Corongnya sendiri merupakan bagian yang pasif dan tidak memperbesar suara dari elemen pengeras suara, tetapi berguna untuk memproduksi suara untuk menggetarkan udara. Megafon diciptakan Athanasius Kircher dengan tujuan untuk menghasilkan suara yang lebih jelas dan keras sehingga saat ia memberikan khotbah dapat didengar dengan jelas oleh banyak orang.
Athanasius Kircher meninggal pada tanggal 17 Nopember 1680 di kota Roma, Vatikan. Demikian penjelasan berkaitan dengan Pastor Athanasius Kircher, penemu megafon (TOA)






