Yulius Salu- Kefamenanu
Frater Herman Ginting, suatu saat bisa saja pindah tugas ke tempat lain. Tapi nama dan perbuatan kasih yang ditaburkan bagi umat di stasi (lingkungan) Banopo Keuskupan Atambua- Timor, Nusa Tenggara Timur akan terus dikenang. Namanya tetap terukir indah dalam ingatan umat setempat.
Biarawan Ordo OFM Conventual Sumatera Utara ini memiliki kepakaan yang patut diapresiasi. Melalui mata hatinya yang jernih melihat sesamanya yang tidak mampu (miskin) di mana ia bertugas. Dan itu ia tunjukan kepada pasangan lanjut usia, Henderikus Naibnao (85) dan Sila Paineon, (83).
Frater Herman Ginting mengaku suatu saat ia melewati rumah yang ditempati pasangan lansia tersebut. Secara fisik rumahnya jauh dari layak dan sangat memprihatinkan. Hanya berukuran 4×6 meter. Frater Herman membayangkan jika musim kemarau atau musim hujan, penghuninya pasti mengalami kesulitan. “Saya pikir pasti mereka kedinginan. Saya sangat tersentuh sekali saat itu,”ungkap frater Herman belum lama ini.
Henderikus Naibnao (85) dan Sila Paineon, (83) adalah potret kemiskinan yang nyata namun luput dari perhatian banyak orang termasuk pemerintah setempat. Menempati sebuah rumah reot (sangat sederhana), bertahan hidup hanya mengandalkan belas kasih dan uluran tangan orang lain.
Kondisi ini membuat Frater Herman Ginting, biarawan Ordo OFM terpanggil untuk membantu membangun rumah sederhana yang layak untuk dihuni. Bagi Frater Herman, sebagai seorang beriman, biarawan Fransiskan Conventual, salah satu semangat yang harus tetap dijaga adalah mencintai orang-orang miskin, orang-orang sederhana. Sebab, di dalam diri orang orang sederhana, disitu Tuhan hadir. “Kita membantu semampu kita agar mereka tetap bertahan hidup dan bisa menikmati kebahagiaan dihari tua mereka,”ujarnya.
Bagi Frater Herman, sebagai seorang beriman, biarawan Fransiskan Conventual, salah satu semangat yang harus tetap dijaga adalah mencintai orang-orang miskin, orang-orang sederhana. Sebab, di dalam diri orang orang sederhana, disitu Tuhan hadir. “Kita membantu semampu kita agar mereka tetap bertahan hidup dan bisa menikmati kebahagiaan dihari tua mereka,”ujarnya.
Mantan Rektor Stipas di Sumatera Utara ini juga melakukan hal kebaikan untuk orang lain. Bagi lansia yang kurang mampu ia memberikan jatah berupa beras, kopi dan gula sebagai wujud cinta kasih.





