Setelah Dua Dekade, Bupati TTU Jejakkan Kaki di Desa Oehalo Sebuah Titik Balik untuk Harapan Baru

Setelah Dua Dekade, Bupati Ttu Jejakkan Kaki Di Desa Oehalo Sebuah Titik Balik Untuk Harapan Baru

KEFAMENANU,- Langit di atas Kefamenanu pagi itu kelabu, seakan meredam kebahagiaan yang akan segera mekar di sebuah sudut terpencil. Namun, suasana mendung itu tak mampu membendung haru dan antusiasme yang menyelimuti Desa Oehalo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Sejak berdiri 25 tahun silam, Desa Oehalo dikenal sebagai daerah yang nyaris tak tersentuh oleh bupati maupun perhatian pemerintah daerah. Hingga akhirnya, pada hari Senin, 8 September 2025, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo yang akrab disapa Falen Kebo mengukir sejarah dengan turun langsung ke desa tersebut.

 

Kepala Desa Oehalo, Dolfi Buatefa, tak kuasa menahan air mata haru saat menyampaikan.

“Sejak Oehalo berdiri, belum pernah ada bupati yang menjejakkan kaki di sini. Baru kali ini, lewat Pak Falen Kebo, kami merasa benar-benar diperhatikan,” ujarnya penuh semangat.

Kedatangan Bupati Falen bukan sekadar seremonial belaka justru penuh dengan simbol dan janji. Ia meresmikan 50 unit WC sehat yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur Bidang Sanitasi.

Baca Juga :  Menko Marves Turun Lapangan Tinjau Daerah PPKM Level 4

“Saya minta masyarakat menjaga fasilitas ini dengan baik. WC sehat ini bukan sekadar bangunan, tetapi harapan agar anak-anak kita bisa tumbuh lebih sehat dan kuat,” ujarnya penuh semangat.

Akses ke Desa Oehalo selama ini tidak mudah jalan rusak, medan berat, dan sinyal telekomunikasi yang nyaris nihil. Bupati Falen tak sekadar melihat, tapi juga bergerak.

Ia berjanji Rp 3 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan pengerasan sepanjang 5 kilometer menuju Oehalo pada tahun 2026. Dana desa diarahkan untuk menghadirkan Starlink sebagai solusi sementara akses internet.

Setelah Dua Dekade, Bupati Ttu Jejakkan Kaki Di Desa Oehalo Sebuah Titik Balik Untuk Harapan Baru

Pengajuan pembangunan satu unit menara seluler Telkomsel untuk memperkuat sinyal di area tersebut.

“Jujur, saya terharu melihat perjuangan masyarakat. Karena itu, tahun 2026, Pemda TTU akan mengalokasikan Rp3 miliar untuk membangun jalan pengerasan sepanjang 5 kilometer menuju Oehalo. Saya tahu sulitnya hidup tanpa komunikasi. Karena itu, saya perjuangkan tower ini agar masyarakat bisa lebih mudah berhubungan dengan dunia luar,” kata Bupati Falen dengan tegas dan penuh empati.

Baca Juga :  Pemerintah TTU Siapkan Bantuan Besar untuk Selesaikan Pembangunan Gereja Lama yang Terhenti

Tak ada panggung mewah atau banner besar. Yang hadir adalah tenda sederhana dan wajah-wajah sumringah warga Desa Oehalo. Tidak ada pencitraan hanya kemanusiaan dan kehadiran seorang pemimpin. Sebuah peristiwa sederhana yang justru terasa berat maknanya.

Bagi warga yang menanti selama puluhan tahun, kedatangan Bupati Falen adalah pengakuan bahwa mereka tidak lagi dilupakan. Harapan tumbuh, langit yang awalnya muram perlahan cerah menandakan restu alam bagi masa depan desa yang kini mulai menemukan cahayanya kembali.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts