Morowali– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof Dr Yohanes Usfunan, menerima calon mahasiswa program Teknik Planologi (S1) dan Kajian Budaya (S2). Dua program baru ini telah dibuka dan saat ini sedang menerima pendaftaran mahasiswa baru.
Direktur STIKUM, Prof Dr Yohanes Usfunan, SH, MH mengatakan penambahan program tersebut atas kerja sama dengan Univ. Hindu Indonesia (UNHI) Bali. Kerja sama itu ditandatangani oleh Prof. Usfunan dengan Rektor UNHI, Prof Dr.drh. I Made Damriyasa, MS, di Kupang, belum lama ini.
“Kami sudah membuka pendaftaran. Tolong bantu sebarkan agar bila ada yang berminat bisa mendaftar,”pinta Prof Usfunan, melalui sambungan telepon, Minggu (2/6).
Jurusan Planologi, menerima siswa dari SMA, SMK, maupun sederajat yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Yohanes Usfunan, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Pakar Hukum Tata Negara ini menjelaskan, program baru di kampusnya memiliki prospek yang bagus. Lulusan program Planologi bisa bekerja di instansi pemerintah, seperti Kementerian PUPR, Bappenas, Kementerian Daerah Tertinggal. Sementara bila di daerah bisa bekerja di dinas terkait sesuai bidang keahliannya. “Selain di instansi pemerintahan, lulusan Planologi, bisa juga berkarier di sektor bisnis properti,”ujarnya.
Program ini diklaim memiliki peluang karier yang cemerlang. Sebab bidang konstruksi, pemetaan, membutuhkan ahli perencanaan tata ruang dan tata wilayah.
Begitu pun dengan program magister Kajian Budaya. Lebih banyak bergelut di bidang kesusastraan, dan budaya. Kehadiran program studi di perguruan tinggi apalagi di daerah perbatasan guna menghadapi persaingan global ke depan.
Diketahui, Kampus STIKUM Prof. Yohanes Usfunan, terletak di wilayah perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste.
Sementara itu, Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Prof Dr.drh. I Made Damriyasa, MS, mengatakan siap bekerja sama dan membuka program baru, dilandasi keyakinannya terhadap
STIKUM sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang besar dan berdaya saing di masa yang akan datang.
Kawan Lama
Prof Made Damriyasa membuka tirai di balik kerja sama ini. Dua pakar yang berbeda keilmuan ini, kawan lama. Sama-sama mengabdi sebagai dosen di Universitas Udayana, Denpasar, Bali.
Sebagai kawan lama, Made menaruh rasa optimistis kepada Prof. Yohanes, sebagai figur yang memiliki komitmen dalam mengelola STIKUM Kupang.
“Prof Usfunan, merupakan figur yang memiliki komitmen dan profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan setiap tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya.
Kerja sama ini kata Made, didasari Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Berdasarkan dasar hukum tersebut, perguruan tinggi diperbolehkan membuka penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Hal mana sebelumnya, tidak diperkenan pemerintah.






