
Catatan : M. Cholil, Malang, Jawa Timur.
Siapa yang tidak deg-degan jika mendadak didatangi sejumlah pria dengan postur tubuh tambun penuh tato? Apalagi dengan sorot mata seperti elang siap mencakar.
Situasi itu seperti alunan musik keroncong yang menghanyutkan, tatkala pria-pria jebolan ‘kampus’ prodeo Lowokwaru itu menawarkan senyum disertai aksi bagi takjil di jalanan.
Fakta ini yang dilakukan puluhan mantan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (WBP) Lapas Lowokwaru Malang turun ke jalan. Sore itu, eksponen LAPAS tersebut memenuhi Jalan Bromo – Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu petang.
Laga para pria berpostur tinggi tegak bagaikan prajurit perkasa saat menghampiri para pengendara yang hendak melintas. Siapa pun yang dihampiri pasti ketar-ketir dibuatnya. Apalagi mendadak dan belum tahu apa tujuannya.
Namun situasi ketakutan berubah 180 derajat setelah mengetahui ternyata pria bertato yang memasang wajah tak familiar itu ingin berbakti. Mereka ingin membagkan kasih berupa takjil di bulan suci Ramadhan.
Di tangan pria berperawakan kekar tampak membawa kresek hitam, sebagian lainnya membawa kotak berwarna coklat terbuat dari kertas. Melihat kondisi seperti itu, tentu bagi orang yang lewat, dalam benaknya merasa khawatir dan ada rasa ketakutan.
Perasaan lega dan ucapan terima keluar dari mulut pengendara. Pasalnya, puluhan pria berwajah sangar itu ternyata mantan warga binaan lapas yang mempunyai jiwa sosial.
Arif salah seorang pengendara yang sempat berprasangka buruk. Ia mengira akan terjadi sesuatu pada dirinya. Apalagi para pria eks penghuni Lapas itu jumlahnya banyak.
“Eeh gak taunya mereka lagi bagi bagi takjil. Alhamdulillah nasi kotak ini buat buka puasa,” ucap Arief warga Sawojajar yang saat itu melintas di jalan Bromo.
Hal senada juga dikatakan Beny (34), pria asli Blimbing itu mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh para mantan warga binaan tersebut. Ia tak menyangka mendapat bingkisan takjil berupa nasi kotak dari komunitas mantan warga binaan tersebut.
“Saya salut buat bapak bapak yang tadi memberi saya takjil. Tolong sampaikan ucapan terima kasih saya ya Mas,” kata Beny sembari tancap gas.
Ketua Komunitas Masyarakat Lapas (KOMPAS) Korwil Malang Raya, Pupuh Swastomo menjelaskan, Komunitas yang beranggotakan mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Lowokwaru Kota Malang itu, melakukan aksi turun ke jalan membagikan menu buka puasa kepada warga yang melintas di sekitar lokasi mereka beraksi sosial.
Ia mengaku donasi yang dibagikan tidak saja dari para mantan namun juga dari warga binaan yang masih berada di dalam Lapas.
“Sesama mantan warga binaan dan sesama anak bangsa, ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat dan bangsa. Wadah komunitas juga menjadi perikatan untuk saling silaturahmi,” ujarnya.
Kedepan, pihaknya ingin terus mengembangkan organisasi dan melakukan aksi nyata. Ia berharap, bisa menjalin komunikasi dengan mantan warga binaan Lapas di seluruh Indonesia.
“Komunitasnya mempunyai kepedulian dan potensi untuk berbuat lebih banyak lagi. Kami ingin terus eksis dan berkarya untuk Bangsa. Dan kami selaku mantan warga binaan punya jiwa sosial, bahkan dalam menegakkan hukum,” tandasnya.
Mangkanya, di momentum Ramadhan 1443 Hijriah ini, semua anggota komunitas Korwil Malang Raya yang berjumlah sekitar 200 orang mantan warga binaan Lapas Malang itu, menggelar bakti sosial berupa bagi bagi takjil dan buka bersama.
Tampak dari mereka hadir para senior, diantaranya Tonny Hendrawan alias Ko Apeng, Budi Tato, Cengkrek, Cak Tuwek dan Rikky serta pembina Komunitas, Yusuf Jumbo.





