
Kefamenanu,zonanusantara.com,– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengidentifikasi, 148 desa di daerah tersebut mengalami kekeringan.
“Itu data yang kita identidikasi di lapangan,”ujar Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake kepada media ini di Kefamenanu, Selasa (11/08).
Noni Lake, sapaan akrab Yosefina menjelaskan pemicu kekeringan disebabkan musim hujan yang tidak teratur. Untuk diketahui di daerah tropis seperti TTU, setiap tahun musim hujan terjadi sekitar November atau Desember hingga April. Selanjutnya musim kemarau.
Eli Lake mengaku menerima banyak laporan dari desa terkait musim kekeringan di wilayah masing-masing. Selai melaporkan soal kekeringan tandas Eli Lake, masyarakat juga minta bantuan air bersih.
Mengantisipasi musim paceklik seperti ini, Eli Lake mengatakan, instansinya menyediakan dana sebesar Rp 40 juta dari APBD setempat untuk kebutuhan air bersih bagi desa-desa yang alami kekeringan.
“Uang Rp 40 juta itu akan digunakan untuk membeli 100 tanki air bersih untuk didistribusikan ke desa-desa yang betul-betul mengalami kekeringan,”imbuhnya.
Lantaran dananya tak mencukupi pihaknya merencanakan minta bantuan pemprov dan pusat guna memenuhi biaya permintaan akan air bersih bagi masyarakat.
“Anggaran sebesar Rp 40 juta tidak cukup. Makanya kami minta bantuan ke propinsi dan pusat,”ujarnya.






