
WATAMPONE, banyak anak usia dini di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang belum mengenyam akses dunia pendidikan formal atau putus sekolah,khususnya di sekolah Dasar (SD) dan ditingkat (SMP). Data Dinas Pendidikan, angka putus sekolah SD dan SMP mencapai 5.673 orang. sementara daerah yang paling banyak tercatat angka putus sekolahnya berada di Kecamantan Dua Boccoe mencapai 3.816 jiwa
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs. Nursalam M.Pd mengatakan faktor penyebab terjadinya anak putus sekolah dikarenakan pola pikirnya orang tua yang kurang akan penting pendidikan anak. Penyebab lain orangtua bercerai.
“Sekarang ini Pemerintah Daerah mempunyai program,Gerakan Kembali Masuk Sekolah (Garlimas). Ini salah satu cara untuk menekan angka putus sekolah,dan mencari serta mengajak siswa kembali masuk ke dunia pendidikan,”Kata Nursalam,” kata dia belum lama.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Bone Andi Wahyudi Taqwa. S.E, mengatakan besarnya angka anak putus sekolah tidak lepas dari minimnya sosialisasi dari Pemerintah Daerah.
“Harusnya itu dari dulu Pemerintah Daerah turun di berbagai Kecamatan untuk mengsosialisasikan pentingnya dunia pendidikan khususnya didaerah terpencil, jadi mohon kiranya semua pihak Dinas yang terkait mari kita turun untuk menekan hal ini semoga ditahun yang akan datang angka itu akan semakin menurun,”Tegas Andi Wahyudi,28 September 2020. (Farhan)






