Inovasi Pertanian di Indramayu Mulai Merambah Teknologi

Inovasi Pertanian Di Indramayu Mulai Merambah Teknologi
Foto Setiawan Liu
Inovasi Pertanian Di Indramayu Mulai Merambah Teknologi
Foto Setiawan Liu

INDRAMAYU- Kegiatan usaha pertanian di Indramayu, Jawa Barat kini mulai merambah teknologi. Sebelumya daerah yang memiliki luas areal persawahan lebih dari 22.000 hektare ini masih konvensional.

Wakil Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia, Ali Zum Mashar, mengatakan lompatan produktivitas padi petani dengan inovasi bioteknologi juga sudah mulai diperkenalkan di Indramayu.

“Padi Trisakti dan pupuk mikroba google diharapkan mampu mengentas kemiskinan desa dengan penguatan usaha pertanian. Pedesaan berbasis produksi tinggi, produktif berkelanjutan dan berdaulat,” kata dia, Rabu (17/02).

Lompatan ini menurutnya, didorong oleh semangat pemikiran dengan move on mindset negara berdaulat pangan. Teknologi intensifikasi pada luas tanam yang ada di Indramayu.

Baca Juga :  Gandeng Generasi Muda, Koperasi SBW Malang Kembangkan Usaha Kedai Kopi Serta Tour And Travel

“Kami semangati dengan move on mindset negara berdaulat pangan. Teknologi intensifikasi pada luas tanam yang ada di Indramayu.” ungkapnya.

Penerima penghargaan sebagai ilmuwan, peneliti bidang pertanian dan agroindustry ini mengharapkan perlu dibangun kawasan ekonomi khusus pertanian, hulu – hilir bisa dikelola dengan baik, termasuk permodalan dan pendampingan.

Ali Zum Mashar, menjelaskan Indramayu berada pada peringkat pertama, tingkat perolehan produksi  1.363.312 ton gabah kering giling atau setara dengan 782.132 ton beras, dengan inovasi trisakti, terdapat peningkatan menjadi dua ton/hektar.

Produksi meningkat 453.252 ton dan tambah lagi 1 IP (Indeks Panen) = 122.920 x 7 ton = 860.440 ton = 1.313.692 ton/tahun. Angka tersebut lanjutnya, setara denga penambahan luas tanam 1.313.692 ton/6,07 ton/ha = 216.423,7 hektar.

Baca Juga :  Disperindag Segera Distribusikan Lapak Kepada Pedagang

“Sehingga urusan buka sawah food estate di Kalimantan Tengah yang masih belum jelas berapa produksinya per hektar, sudah tertutupi dan selesai (dengan inovasi Padi Trisakti),” tandas Wakil Ketua Umum Masyarakat Pertanian Organik Indonesia. (Setiawan Liu)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts