Kota Batu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu bakal menggelar debat bagi pasangan calon (Paslon) Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu pada 21 – 23 November 2024.
Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto menjelaskan sesi pertama digelar pada 21 Oktober 2024 membahas masalah lingkungan, agraria, dan, pariwisata. “Topik ini dipilih mengingat Kota Batu dikenal sebagai kawasan wisata unggulan yang juga memiliki potensi pertanian dan persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian,” kata Heru Jum’at (18/10).
Menurutnya debat kedua dijadwalkan pada 6 November 2024, dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pertanian, dan perlindungan anak.
“Tema ini dipilih, agar paslon dapat memaparkan rencana konkret mereka dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan melindungi kelompok rentan, terutama bagi anak-anak,” paparnya.
“Sesi terakhir, 23 November 2024, membahas kesejahteraan bagi warga masyarakat Kota Batu. Hal ini penting untuk mengukur sejauh mana Paslon memiliki komitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak melalui program-program yang mereka tawarkan,”ujarnya.
Heru menegaskan ada rambu -rambu yang harus dipatuhi. Paslon hanya membawa massa 50 orang, serta tidak diperbolehkan membawa atribut Parpol, terkecuali atribut yang melekat di badan seperti kaos.
KPU setempat menyediakan lima panelis dari akademisi, profesional dan tokoh masyarakat. Para panelis tersebut dipilih untuk memberikan pertanyaan yang berbobot dan relevan, sesuai tema debat yang telah ditentukan. Berkaitan dengan hal tersebut, KPU Kota Batu bekerjasama dengan sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Kota Malang, diantaranya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Brawijaya (UB), serta Universitas Negeri Malang (UM).
Ditambahkan sebelum menjalankan tugasnya para panelis diharuskan menjalani karantina selama 3 hari dan dipastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Nama panelispun dirahasiakan dan akan diungkap pada H-1
Semoga dalam debat para kandidat nanti bisa memberikan kontribusi yang positif dalam proses demokrasi di Kota Batu. Karena, debat ini tidak hanya sekadar ajang unjuk visi-misi saja, akan tetapi juga sebagai sarana edukasi politik, agar masyarakat Kota Batu lebih memahami dan menilai kualitas serta komitmen dari para calon pemimpin mereka,” pungkasnya.
Debat tersebut akan diikuti Paslon dengan nomor urut satu, Nurochman-Heli Suyanto (NH), Paslon dengan nomor urut dua, Firhando Gumelar-H. Rudi (GuRu) serta paslon dengan nomor urut tiga, Krisdayanti-Kresna Dewanata Prosakh (KriDa)






