
MALANG- Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo (IBU) Malang, mewisuda ratusan mahasiswa yang telah menamatkan pendidikan di kampus tersebut. Dengan mengusung tema ini Wisudaku mana Wisudamu, kampus yang dinahkodai Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si, menggelar prosesi lulusan sarjana S1 dan S2 itu di hotel Ijen Suite, Senin (12/9/2022).
Beberapa mahasiswa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Mereka antara lain, Rahayu Fatmawati, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, dengan IPK 3,99, Nur Cahyono, Pendidikan Biologi, dengan IPK 4,00, serta Muhammad Ali Wafa, Pendidikan Matematika, lulus dengan IPK 4,00.
Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si menyatakan, wisuda kali ini diikuti 640 wisudawan sarjana S1 dan S2, dengan tema ‘Ini Wisudaku, Mana Wisudamu’.
Selain itu kampus tersebut juga memberikan penghargaan kepada
lima wisudawan berprestasi non akademik, masing -masing, Saddil Ramdani, Sebagai Pemain Timnas Indonesia sejak tahun 2017 hingga sekarang, Chrystna Bhagascara, Sebagai Atlet Sepakbola, Juara I Nasional Liga 2 tahun 2021 – klub Persis Solo, Fredy Bernadus Berkam Osok, Sebagai Atlet Sepakbola, Juara I Nasional Liga 3 tahun 2019 – klub Persijap Jepara, Reza Iqbal Hakiki, Sebagai Atlet Sepakbola Pantai, Juara I Kerjurnas tahun 2022 dan Reza Iqbal Gifari, Sebagai Atlet Sepakbola Pantai, Juara I Kerjurnas
tahun 2022.
“Selain mengkuhkan sarjana, kami (IBU Malang) juga memberikan penghargaan kepada 15 sarjana lulusan terbaik,” ucap Nurcholis Sunuyeko.
Pria yang akrab disapa Sam Rekor ini menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan kepada wisudawan yang berprestasi atau lulusan terbaik dalam akademik maupun non akademik.
“Untuk penghargaan itu, yang Non Akademik itu ada lima sarjana, sisanya yang berprestasi dalam akademik,” jelasnya.
Menurut Nurcholis, wisuda yang bertema ‘Ini Wisudaku, Mana Wisudamu’, (Harmonisasi Olahnalar dan Olahrasa dalam Bingkai Kebudiutamaan), digelar dengan nuansa penuh kegembiraan ini diusung untuk mengingatkan betapa pentingnya kemampuan mengolah nalar dan mengolah rasa dalam berbagai aspek kehidupan.
Nalar dan rasa adalah kecerdasan yang saling terkait satu sama lain. “Nalar tanpa rasa akan menghasilkan sikap arogansi, egoisme dan bahkan perilaku feodal yang mengagung-agungkan dirinya, gelarnya,” terangnya.
Sebab, lanjut Nurcholis, tanpa nalar akan melahirkan cacat pikir, logika yang tumpul dan perilaku yang kurang ilmiah.
“Olahnalar dan olahrasa harus bisa berjalan seimbang, tentu dalam bingkai Kebudiutamaan ber-Indonesia, bermanfaat, peduli, patuh dan patut,” tegasnya.
Untuk itu, Nurcholish berharap, kepada pada wisudawan yang nanti akan kembali ke masyarakat, mampu bersaing dengan keilmuan yang dimiliki.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada keluarga besar IKIP Budi Utomo, mulai civitas akademika sampai para alumni, mitra dan khususnya lagi para wali serta masyarakat luas baik nasional maupun internasional yang telah memercayakan IBU, sebagai tempat berlabuh menimba ilmu,” pesannya.
Selain itu, Nurcholis juga mengungkapkan terimakasih Kepada pemerintah atas, kepercayaan, dukungan dan penghargaan kepada IBU sebagai Kampus Unggulan serta turut aktif dalam menyukseskan Program Merdeka Belajar
“Semoga kepercayaan ini terus meningkat di masa-masa mendatang. IBU, akan senantiasa tegas melakukan keberpihakan pada setiap anak bangsa agar tetap mendapatkan akses pendidikan, apapun latar belakangnya,” tukasnya.
Wisudawan terbaik lainnya, prodi Fakultas Penddikan Ilmu Sosial Dan Humaniora (FPISH), Novia Larasati Bayu Putri, PendidikanBahasa Inggris, IPK 3,92, Anggi Pratama, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IPK 4,00, Fahrisyal Ainur Roziqin, Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, IPK 3,89 dan
Sonia Irawati, Pendidikan Ekonomi, IPK 3,90.
Sedangkan, untuk lulusan terbaik Fakultas yakni, Nur Cahyono, FPIEK/Pendiri Biologi, dengan IPK 4,00.
Anggi Pratama, FPISH/Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IPK 4,00.
Untuk lulusan terbaik Pasca Sarjana, Teguh Prasetyo Aji, Magister Pendidikan Olahraga, dengan IPK 3,82.






