Peneliti Muda SMAN 3 Malang Raih Gold Medal ISIF 2024 Lewat Inovasi Salep Penyembuh Luka Diabetes

Peneliti Muda Sman 3 Malang Raih Gold Medal Isif 2024 Lewat Inovasi Salep Penyembuh Luka Diabetes

 

MALANG — Inovasi di bidang biomedis kembali lahir dari kalangan pelajar. Ganes Danastri Pratista Aura Afra, siswi SMA Negeri 3 Malang, berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesian Science and Innovation Fair (ISIF) 2024 melalui riset unggulannya di bidang penyembuhan luka diabetes.

Sebagai peneliti utama, Ganes berfokus pada pemanfaatan bahan alam yakni ekstraksi minyak larva lalat hijau (Lucilia sericata) dan tanaman jarak cina (Jatropha multifida), sebagai agen penyembuh luka pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan dan pola makan tinggi lemak.

Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia yang telah melampaui 19 juta orang, komplikasi serius seperti luka kaki diabetik (diabetic foot ulcer/DFU) menjadi ancaman nyata. Kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi berat, sepsis, hingga amputasi dan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca Juga :  Ketua KASN Ingatkan ASN Tidak Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Berangkat dari permasalahan tersebut, Ganes mengembangkan alternatif terapi berbasis bahan alam yang lebih nyaman dan minim rasa nyeri dibandingkan metode konvensional seperti Maggot Debridement Therapy (MDT), yang meskipun efektif, masih menghadapi kendala penerimaan masyarakat.

Dalam penelitiannya, larva lalat hijau diekstrak menjadi minyak yang kemudian diformulasikan dalam bentuk salep. Minyak ini diketahui mengandung enzim proteolitik dan senyawa antibakteri yang mampu menghancurkan jaringan nekrotik serta melawan bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus.

Efektivitasnya semakin diperkuat melalui kombinasi dengan getah jarak cina yang kaya akan flavonoid, tanin, dan senyawa jatrophine. Kandungan tersebut berperan dalam mempercepat proses pembekuan darah dan regenerasi jaringan luka.

Hasil uji in vivo menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Pada hari ke-19, tingkat penutupan luka mencapai 96,6 persen—angka yang mampu menyaingi bahkan mendekati efektivitas salep komersial yang beredar di pasaran.

Baca Juga :  Protes Dikabulkannya, Tiga Atlet IBCA MMA Kabupaten Malang Raih Medali

Keberhasilan ini tidak hanya mengantarkan Ganes meraih pengakuan internasional melalui Indonesian Young Scientist Association (IYSA), tetapi juga menegaskan bahwa riset tingkat sekolah menengah dapat memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kesehatan.

Inovasi salep berbasis minyak maggot dan jarak cina ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi luka diabetes yang lebih efektif, terjangkau, dan berbasis kekayaan hayati lokal Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju solusi medis yang lebih inklusif bagi jutaan penderita diabetes di masa depan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts