BONE–Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bone periode 2024-2029, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bone mengambil langkah penting dalam menyaring visi dan misi para calon Bupati dan Wakil Bupati. Dengan tujuan memahami bagaimana keberpihakan para calon terhadap pengembangan desa, APDESI Bone akan menggelar acara bertajuk “Apdesi Mendengar”.
Kegiatan ini dirancang untuk mendengar dan menilai secara langsung visi misi pangan yang akan dipaparkan oleh para pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam Pilkada 2024. H. Rusli, SE, selaku Ketua APDESI Bone, menekankan betapa pentingnya memahami arah kebijakan yang ditawarkan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan desa.
“Keberpihakan terhadap desa adalah hal yang sangat penting bagi kami. Oleh karena itu, sebelum penetapan resmi paslon oleh KPU, kami akan mengundang semua calon untuk hadir dan memaparkan visi misi mereka di acara ‘Apdesi Mendengar’,” ujar H. Rusli.
Tiga pasangan calon yang akan diundang dalam acara ini adalah:
Paslon Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin dengan tagline Beramal,
Paslon Andi Islamuddin – Andi Irwandi Natsir dengan tagline Tegak Lurus All-Inn Jadi, dan
Paslon Andi Rio Idris Padjalangi – Amir Mahmud dengan tagline Sipakariomi.
APDESI Bone tidak hanya akan melibatkan ketiga pasangan calon, tetapi juga melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone untuk memastikan kesuksesan acara ini.
Acara yang akan diselenggarakan di Hotel Novena ini disponsori oleh Tawa Semesta dan ditargetkan menghadirkan 500 peserta, termasuk kepala desa, perwakilan LSM, mahasiswa, dan masyarakat umum. Selain menyampaikan visi misi mereka, para calon bupati juga diharapkan membahas program strategis yang akan mereka usung terkait desa.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi wadah dialog yang produktif, di mana semua pihak dapat mendengarkan rencana-rencana konkret dari calon pemimpin Bone ke depan,” tambah H. Rusli.
Dengan antusiasme yang tinggi, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat desa dalam menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam bidang pangan dan pembangunan pedesaan. (*)






