Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi ODOL

Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Odol
Operasi kendaraan ODOL

Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Odol
Operasi Kendaraan Odol

MALANG- Sedikitnya terdapat 1.030 kendaraan yang terjaring dalam operasi penindakan kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL). Data tersebut berdasarkan hasil operasi selama Januari hingga Februari 2022.

Di antara ribuan kendaraan yang dirazia, sebanyak 649 kendaraan terbukti melanggar ketentuan ODOL, atau sekitar 63%.

Corporate Communication Dwimawan Heru menyampaikan, jumlah pelanggaran kendaraan non-golongan I atau angkutan barang yang melebihi ketentuan daya angkut dan dimensi selama Januari hingga Pebruari ini turun  3,97% dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Ia merincikan, 649 kendaraan yang melanggar, sekitar 493 kendaraan (75,96%) melanggar Over Load, 61 kendaraan (9,40%) melanggar Over Dimensi.

“Dan, sebanyak 95 kendaraan (14,64%) melanggar kelengkapan dokumen berkendara,” ucapnya, Selasa (15/3).

Menurut Heru, untuk menekan pelanggaran ODOL di Jalan Tol, PT Jasa Marga akan terus menggalakkan operasi penindakan tegas kendaraan non-golongan I atau angkutan barang yang melebihi ketentuan daya angkut dan dimensi ODOL.

“Operasi itu, kami akan bekerjasama dengan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Korlantas POLRI, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Dinas Perhubungan setempat,” jelasnya.

Untuk lokasi operasi kendaraan yang disasar tersebut, akan digelar di tiga ruas jalan tol Jasa Marga Group, yakni di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono.

Baca Juga :  Hari ini MAKI Akan Gugat Praperadilan KPK

“Kami memilih tiga ruas jalan tol tersebut karena dinilai sering dilewati kendaraan non-golongan I atau angkutan barang yang melebihi ketentuan daya angkut dan dimensi,” terangnya.

Berdasarkan data PT Jasa Marga, Heru menjelaskan, di Jalan Tol Jakarta-Cikampek merupakan ruas jalan tol sering yang terjadi pelanggaran ODOL, ada sebanyak 312 kendaraan atau 68,9% dari kendaraan terjaring, diikuti dengan Jalan Tol Jakarta-Tangerang sebesar 313 kendaraan atau 58,8% dari kendaraan terjaring, dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono sebanyak 24 kendaraan atau 53,3% dari kendaraan terjaring.

“Pada saat operasi ODOL, kendaraan yang terbukti melanggar ditilang oleh pihak Kepolisian, kemudian ditempelkan stiker sebagai penanda kalau kendaraan itu merupakan kendaraan ODOL dan dikeluarkan ke gerbang tol terdekat. Transfer muatan juga dilakukan pada saat operasi ODOL, terutama untuk kelebihan muatan yang melebihi 80% dari Jumlah Berat Diizinkan (JBI),” bebernya

“Kendaraan ODOL sangat berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas dan jalan, kecepatan mereka yang sangat rendah, itu yang mengganggu waktu tempuh kendaraan lainnya. Tentu saja hal ini juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Kami mencatat jumlah kecelakaan yang melibatkan kendaraan ODOL mencapai 37,5% dari total kecelakaan tahun 2021, dengan kecenderungan tipe kejadiannya adalah tabrak depan dan belakang,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua Komnas PA Ungkap Fakta Baru di SPI Kota Batu

Belum lagi, tambah Heru, bila kendaraan over load tersebut mengalami berbagai gangguan, seperti pecah ban, pecah tromol, patah baut, dan patah as, itu yang kerap mengganggu perjalanan pengguna jalan lainnya karena membutuhkan penanganan dengan alat berat sehingga penutupan sejumlah lajur harus dilakukan, sehingga terjadi kepadatan.

“Jasa Marga rutin menggelar operasi ODOL bersama stakeholder terkait untuk memberikan efek jera sekaligus edukasi kepada seluruh pengguna jalan bahwa kendaraan ODOL sangat berbahaya, tidak hanya bagi pengemudi, namun juga bagi juga kendaraan di sekitarnya. Kami harap operasi ODOL ini dapat menekan jumlah pelanggaran di jalan tol yang juga akan berdampak pada peningkatan kenyamanan seluruh pengguna jalan,” pungkasnya.

Apabila menemukan indikasi kendaraan ODOL yang memperlambat perjalanan serta untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol, hubungi One Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080 atau dapat melalui Twitter @PTJASAMARGA dan Aplikasi Travoy 3.0 untuk pengguna iOS dan Android

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts