Hits Satu Abad Kota Kefamenanu Segera Diluncurkan

Hits Satu Abad Kota Kefamenanu Segera Diluncurkan
Jhon Taus saat jumpa Bupati TTU David Juandi

 

Hits Satu Abad Kota Kefamenanu Segera Diluncurkan
Yohanes Taus Saat Jumpa Bupati Ttu David Juandi

KEFAMENANU,- Bila tidak ada aral melintang, lagu pop singer untuk perayaan Hari Ulang Tahun Satu Abad Kota Kefamenanu 2022 dengan judul Kefa Mnanu segera diluncurkan.

“Vidionya akan diluncurkan pada saat pembukaan pameran pembangunan tanggal 10 September,”ungkap Yohanes Taus, S. Ag, S. Sos, sang pengarang lagu, Sabtu (27/8/2022).

Jhon Taus, begitu ia disapa mengatakan ia memilih memberi judul Kefa Mnanu karena penyebutannya sangat klasik.

“Lagu ini saya sudah pikirkan sejak tahun 2020 untuk saya ciptakan dan persembahkan sebagai kado HUT satu abad kota Kefa. Lagu ini mungkin lagu tersulit, terindah, termahal dan terlama karena memakan waktu yang cukup lama dan menguras pikiran,”ujar pemilik rekaman Nazaret Record Music Audio itu.

Ia mengatakan bait pertama lagu Kefa Mnanu mengisahkan tentang sejarah singkat perjalanan Kota kefa dari Noetoko.

Bait kedua mengangkat mengenai ungkapan-ungkapan klasik yang mempersatukan orang TTU. Seperti Salu Meomaof, Kuluan Maubes.

Ungkapan ini, menurut Jhon adalah satu ungkapan klasik yang mempersatukan orang TTU (Hen apnabuab hit pah ma nifu TTU).

Baca Juga :  Anak Seorang Sopir Meraih Doktor Bidang Hukum

“Bait ketiga, saya fokus mengajak kepada anak-anak muda supaya bersatu padu seperti ungkapan dawan. E Hit oela mata mese. E hit Huna mata mese. E hit puaha msa mata mese batjemsat kanalekof,”imbuhnya.

Bait terakhir, lanjut Jhon Taus lebih mengarah pada ajakan bagi semua masyarakat agar bersatu padu hidup dalam suatu rumah besar (ume naek esle kefa amasat).

Ia mengatakan, lagu ini ia buat berbeda dengan lagu-lagu lainnya terutama lagu gereja. Biasanya ia buat satu genre. Sementra lagu pop singer ini buat dalam lima genre (gaya). Yaitu gaya dawan, rock, rap, reggae dan klasik dan akan diiringi musik terompet dari tanduk sapi/kerbau, veko dan diakhiri dengan pekikan kemenangan PALATEK.

Jhon mengatakan, penggunaan lima genre itu ada filosofinya bahwa keberagaman dan persatuan di kota kefa bagaikan sebuah musik yang lahir dari karakter yang berbeda.

Ada musik gaya, rock, dawan, rap, reggae dan klasik.  Itu menunjukkan bahwa di kota Kefa ada perbedaan. Baik itu budaya, dialek, generasi, geografis maupun status sosial. Tetapi bukan untuk diributkan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sumbang Sapi Untuk Umat Muslim di Perbatasan Timor Leste

“Bagi kami orang musik, jika perbedaan itu dipadukan dalam sebuah musik akan menghasilkan sebuah harmoni yang indah untuk menggambarkan keberagaman di TTU. Seperti Pancasila dengan lima silanya. Berbeda-beda tetap tetap satu dalam bingkai NKRI. Begitu juga 5 genre yang saya buat ini,”bebernya.

Masih menurut Jhon, dalam vidio lagu Pop singer itu akan ditampilkan juga perwakilan rumah adat dan rumah ibadat di TTU. Dalam rekaman lagu itu, Jhon mengaku memakai beberapa penyanyi lokal TTU seperti Riel Elu dan Virda Ndolu.

“Harapan saya untuk para generasi muda agar selain mencintai budaya luar, juga mencintai budaya sendiri. Jika bisa dipadukan maka akan saling melengkapi dan menguatkan bagaikan sebuah harmoni yang indah,”pungkasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts