MALANG – Kripik singkong diburu pemudik. Kripik bermerk lumba-lumba ini menjadi pilihan untuk dijadikan makanan ringan pada saat mudik lebaran tahun ini.
Kerabat H. Sucipto, Zulham Mubarok mengatakan kripik singkong memiliki beragam rasa antara lain rasa gurih dan manis, dipajang disejumlah outlet. Salah satunya di rest area, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
“Kalau untuk produksinya itu di Mentaraman Desa Talok, Kecamatan Turen,”kata Zulham Mubarok, Senin (10/4/2023).
Dikisahkan kripik milik Sucipto ini dirintis dari karirnya sebagai petani dan pedagang jeruk sejak 1986 hingga 1996. Setelah sekian tahun Sucipto akhirnya beralih untuk usaha kripik singkong hingga sekarang. “Bapak akhirnya berunding dengan keluarga, dan kemudian memutuskan berjualan kripik singkong, apalagi di wilayah Turen banyak ditemukan tanaman singkong,” terangnya.
Zulham menceritakan, di tahun 2001, H. Sucipto dan isteri mulai berjualan kripik singkong, tepatnya pada H-10 Lebaran. Pertama kali menjual kripik singkong mampu menjual 80 kuintal kripik secara keliling kampung dengan sepeda pancal milik anaknya.
Seiring berjalannnya waktu, kripik singkong buatan H. Sucipto tersebut semakin dikenal dan menjadi salah satu makanan ringan favorit untuk warga Malang Raya.





