HomeHukum & KriminalOrmas di Malang Minta Polisi Tahan Gus Idris

Ormas di Malang Minta Polisi Tahan Gus Idris

Saat audiens di Mapolres Malang

MALANG – Sejumlah Organisasi Ormas di Kabupaten Malang Jawa Timur mendatangi Polres Malang untuk melakukan audiensi tentang konten video berjudul ‘AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS’, di kanal YouTube Gus Idris official.


Koordinator Ormas Malang Bersatu, Yatimul Ainun meminta Polres Malang untuk segara menahan Idris yang saat ini sudah menjadi tersangka.

“Saya mewakili warga NU (Nahdlatul Ulama) Kabupaten Malang, minta Idris ditahan, yang kita masalahkan itu bukan dakwah di youtube atau apa. Tapi metode berdakwahnya,” pintanya.

Sementara itu, salah satu perwakilan Ormas Malang Bersatu sekaligus Ketua sanggar santri nahdatussaqofah Nusantara, Ki Ardi Purbo Antono mengatakan konten Idris yang ‘gancet’ sudah memakan korban.

Korbannya adalah orang tua yang mempunyai anak kecil. Orang tua, bingung menjelaskan ketika anaknya bertanya tentang ‘gancet’.

“Sebab sekarang anak kecil sudah tanya ‘Pak iki ada orang perempuan dan laki-laki tumpuk itu ngapain?’ Ya apa kita jawabnya? Ini pendidikan gak benar ini,” katanya


Ardi menambahkan, konten ‘gancet’ seperti yang dibuat Idris ini telah viral dan anak kecil lebih mudah mengakses video tersebut.

“Karena sekarang dunia digital IT ini sekarang anak-anak dekat dengan Youtube apalah itu. Sesuatu yang viral itu lah yang dekat dengan anak diakses mudah,” ujarnya.

Selain akses yang mudah itu, Ardi mewakili Ormas Malang Bersatu mengaku geram. Sebab, Idris memonitize konten video tersebut.

“Dia menguangkannya dapat uang dari Youtube dengan konten yang menggunakan tameng sebagai agama,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kapolres Malang, AKBP Raden Bagoes Wibisono mengatakan, Polres Malang masih belum bisa melakukan penahanan Gus Idris, karena masih dianggap kooperatif dengan Polres Malang.

“Dia (Gus Idris) koperatif, kalau ditelpon selalu ngangkat, alasan lainnya itu istrinya mengatakan Idris ini masih menjadi tulang punggung keluarga dan anaknya masih kecil,” ujarnya.

Bagoes menjelaskan, untuk penahanan kepada Gus Idris, Polres Malang masih menunggu keputusan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.

“Ada berkas yang masih perlu dilengkapi, ada yang kurang dan segera kami lengkapi. Kalau tentang penahanan atau tidak itu tergantung Kejaksaan,” terangnya.

Sembari menunggu keputusan dari Kejari Kabupaten Malang, Bagoes menilai, karena sudah meresahkan, kemungkinan polisi juga akan melakukan penahanan.

“Tapi kami perlu melakukan gelar perkara dulu. Hasilnya lihat nanti,” tukasnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


TERBARU